KKN UNP Kediri Sulap Semak Belukar Jadi Kampung Hijau Berbasis Zero Waste di Kelurahan Dermo

Reporter : Umamul Hoir
Area yang sebelumnya tak terawat itu disulap menjadi ruang hijau produktif oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 07 Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri melalui program unggulan Eco Green Park. (Foto Humas UNP for JatimUPdate.id)

 

Kediri, JatimUPdate.id –Lahan kosong penuh semak belukar di Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, kini berubah wajah.

Baca juga: Jelang Imlek dan Ramadan, Mbak Wali Pastikan Harga Bahan Pokok di Pasar Pahing Terkendali

Area yang sebelumnya tak terawat itu disulap menjadi ruang hijau produktif oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 07 Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri melalui program unggulan Eco Green Park.

Program tersebut mengusung konsep kampung hijau berbasis zero waste, dengan memanfaatkan sampah rumah tangga sebagai media tanam dan pupuk.

Inisiatif ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa UNP Kediri dalam mendorong kesadaran lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat berbasis keberlanjutan.

Ketua KKN-T Kelompok 07 UNP Kediri, Gilang Ardi Kurniawan, mengatakan Eco Green Park dirancang sebagai solusi sederhana namun berdampak langsung bagi warga.

“Kita mempunyai program kerja unggulan yang di mana kita beri nama Eco Green Park atau kita lebih fokus pada kampung hijau yang di mana kita menggunakan metode zero waste,” ujar Gilang saat ditemui di lokasi, Senin (9/2/2026).

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UNP Kediri mengolah sampah plastik dan organik yang berasal dari aktivitas harian mereka serta hasil kolaborasi dengan bank sampah warga.

Sampah botol plastik dimanfaatkan sebagai pot dan media tanam, sementara sampah organik diolah menjadi pupuk dan kompos cair.

“Contoh kita menggunakan sampah plastik botol itu kita gunakan menjadi potnya atau media untuk menanamnya. Terus untuk yang sampah kering dan basah kita gunakan untuk pupuk dan kompos cair gitu. Jadi untuk penyuburan dari tanaman tersebut,” tutur Gilang.

Selama tiga minggu terakhir, mahasiswa KKN UNP Kediri secara konsisten mengumpulkan, memilah, dan mengolah sampah sebelum dimanfaatkan untuk penghijauan.

Taman yang sebelumnya kumuh kini ditanami berbagai jenis tanaman, mulai dari urban farming hingga Tanaman Obat Keluarga (TOGA) seperti jahe, kunyit, dan kencur, serta sayuran seperti terung dan cabai.

Baca juga: Kabar Duka, Ayah Ketua Umum PB HMI Bagas Kurniawan Meninggal Dunia

Untuk memastikan kualitas pengolahan pupuk, mahasiswa KKN UNP Kediri juga melibatkan akademisi.

“Kita mengundang pemateri dari dosen UNP yang di mana memang beliau itu mahir dalam bidang tersebut. Beliau adalah dosen Biologi,” tambah Gilang.

Selain fokus pada penataan lingkungan, KKN UNP Kediri juga menekankan aspek edukasi keberlanjutan kepada warga. Melalui bimbingan teknis (Bimtek), warga dibekali pengetahuan tentang perawatan taman dan pengelolaan sampah mandiri agar program tetap berjalan setelah masa KKN berakhir.

“Harapan kita untuk ke depan kampung hijau ini bisa diterapkan yang pertama itu mungkin bisa diawali dari kita di sini, terus bisa dari per RW-nya, terus bisa per RT, terus kalau bisa juga itu per rumah warga,” ungkap Gilang.

Sementara itu, Penanggung Jawab Acara, Haryanto, memperkenalkan inovasi pembuatan pupuk organik cair atau air lindi dengan memanfaatkan galon bekas sebagai komposter sederhana. Inovasi ini tetap mengacu pada prinsip zero waste.

“Satu galon digunakan untuk menampung sampah limbah rumah tangga, dan galon di bawahnya berfungsi untuk menampung air lindi hasil fermentasi,” ujar Haryanto.

Baca juga: Kasus Lahan Tol Bandara Dhoho Kediri Tetap Diproses, Jaksa Tegaskan Masuk Pidana Umum

Menurut Mahasiswa Prodi Peternakan UNP Kediri, proses fermentasi dipercepat dengan penyiraman air cucian beras setiap hari agar mikroorganisme bekerja optimal. Proses ini membutuhkan waktu satu hingga tiga minggu dan mampu menghasilkan lebih dari 10 liter air lindi dari empat instalasi galon.

“Sangat efektif dari segi biaya dan pastinya ramah lingkungan. Pupuk ini bisa digunakan untuk berbagai tanaman seperti sayuran maupun buah-buahan,” imbuhnya.

Untuk pemakaian, pupuk cair tersebut cukup diencerkan dengan perbandingan satu gelas air lindi dan sepuluh gelas air biasa sebelum diaplikasikan ke tanaman.

Ke depan, mahasiswa KKN UNP Kediri berencana melakukan sosialisasi langsung ke rumah-rumah warga guna mendorong penerapan konsep zero waste dari skala rumah tangga.

“Konsep ini sangat mudah diaplikasikan. Kami ingin menjadikan lingkungan sekitar sebagai tolok ukur bahwa pengelolaan sampah mandiri dari rumah tangga itu sangat mungkin dilakukan,” pungkas Haryanto.

Langkah kecil mahasiswa KKN UNP Kediri Kelompok 07 di Ndermo ini menunjukkan bahwa pengabdian kampus tak berhenti pada seremoni. Dengan inovasi dan kolaborasi, lahan terbengkalai dan sampah rumah tangga mampu disulap menjadi ruang hijau yang memberi manfaat ekologis, edukatif, sekaligus ekonomis bagi masyarakat.(mam/yh).

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru