Surabaya,JatimUPdate.id – Jenazah Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono, disemayamkan di Gedung DPRD Surabaya untuk menerima penghormatan terakhir sebelum dimakamkan di Keputih, Kamis (12/2).
Istri mendiang Adi Sutawijono, Lusia Yekti Handayani, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan sejak suaminya sakit hingga prosesi pemakaman.
Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PDI Perjuangan dan seluruh jajaran DPRD Surabaya.
“Kami dari keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas semua cinta yang diberikan kepada kami, terutama sejak beliau sakit sampai hari ini. Gedung DPRD ini menjadi saksi bagaimana beliau mencintai tugasnya dan mencintai yang dilayani. Jika dalam menjalankan tugas beliau banyak kekhilafan dan kesalahan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Bahtiyar Rifai, dalam sambutannya menyampaikan kehilangan atas wafatnya sosok Adi Sutawijono.
Menurutnya Adi Sutawijono merupakan sosok yang mempunyai berdedikasi tinggi terhadap lembaga legislatif dan Kota Surabaya.
Bahtiyar mengenang almarhum sebagai pribadi yang bertanggung jawab dan tetap menjalankan tugasnya meski dalam kondisi sakit.
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II
“Saya bersaksi, beliau ini orang yang bertanggung jawab. Ketika dalam kondisi sakit pun, beliau masih hadir di gedung ini mengikuti rapat-rapat dan memenuhi undangan partainya di Jakarta. Ini merupakan bentuk tanggung jawab beliau yang luar biasa,” katanya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, turut memberikan penghormatan dan menyampaikan kesaksian tentang kepemimpinan Adi Sutawijono.
Eri menilai Adi Sutawijono memimpin dengan hati dan mengedepankan kepentingan masyarakat.
Baca juga: CEO JatimUPdate Ucapkan HUT ke-36 Abdul Malik, Titip Pesan Ingat K’Tut Tantri
“Beliau mengajarkan kepada kita bagaimana merangkul dan menyatukan untuk kepentingan masyarakat Kota Surabaya. Itu yang beliau ajarkan kepada kita semua,” katanya.
Eri mengajak para hadirin untuk memaafkan segala kesalahan almarhum semasa hidup.
“Jika selama hidup beliau memiliki salah dan khilaf, mohon dimaafkan. Karena itulah jalan menuju kebaikan beliau," tutup Eri. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat