Jatim Bersinar: 265 Desa di Jawa Timur Perkuat Aksi Nyata Anti-Narkoba

Reporter : M Aris Effendi
Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto didampingi Menteri Desa PDT Yandri Susanto, Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa menekankan aksi nyata Desa Bersinar dalam edukasi dan literasi anti-narkoba. (Foto Humas Pemprov for JatimUPdate.id)

 

Surabaya, JatimUPdate.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya mendukung akselerasi Asta Cita Presiden RI melalui gerakan “Jatim Bersinar”, Jumat (14/2/2026), di Balai Budaya, Kompleks Balai Pemuda, Alun-Alun Kota Surabaya.

Baca juga: Jawa Timur Deklarasikan Gerakan Bersih Narkoba, Mendes PDT Ajak Awasi Desa Dari Peredaran Narkoba

Gerakan ini menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Dari ratusan desa di Jawa Timur, 265 desa kini berstatus Desa Bersinar, dan ditargetkan meningkat lebih dari 600 desa.

Acara dihadiri Kepala BNN Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, mitra rehabilitasi, pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Al Kholiqi, kepala desa dari program Desa Bersinar, Kepala BNN Provinsi Jawa Timur Brigjen Pol. Budi Mulyanto, serta Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto.

Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menegaskan, deklarasi anti-narkoba tidak boleh berhenti sebatas simbolis. Perangkat desa memegang peran strategis sebagai garda terdepan membangun ketahanan sosial masyarakat.

“Jangan hanya berhenti pada label Desa Bersinar. Yang utama adalah aksi nyata: edukasi, literasi, dan pendampingan langsung kepada masyarakat tentang bahaya narkotika,” tegas Suyudi.

Ia menambahkan, modus penyalahgunaan narkotika kini semakin beragam, mulai dari makanan ringan, rokok elektrik, hingga ratusan varian baru, bahkan memanfaatkan media sosial dan acara hajatan.

Baca juga: JKSN - Pergunu Perkuat Persatuan Pendidikan, Menteri Desa Soroti Lonjakan Desa Ekspor hingga Rp0,5 T

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, mendorong kepala desa berani bertindak tegas. Keberhasilan gerakan anti-narkoba sangat bergantung pada keberanian desa melapor dan melawan jaringan peredaran.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan ancaman narkotika tidak bisa dipandang sebelah mata. Indonesia, termasuk Jawa Timur, berpotensi menjadi wilayah transit sekaligus lokasi produksi.

“Jika kita ingin menyongsong Indonesia Emas 2045, mitigasi, pencegahan, penindakan, hingga rehabilitasi harus dijalankan konsisten. Generasi muda harus diselamatkan,” ujarnya.

Baca juga: Menteri Desa Dijadwalkan Hadiri Acara Silaturahmi Alim Ulama dan Rakernas di Ponpes Amanatul Ummah Surabaya

Dukungan konkret juga datang dari pesantren. Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Al Kholiqi menegaskan kesiapan lembaganya memperluas rehabilitasi berbasis spiritual dan sosial, termasuk pembinaan mental, karakter, konseling psikososial, dan pelatihan keterampilan.

“Pecandu adalah korban yang harus diselamatkan, bukan dihukum. Dengan pembinaan menyeluruh, kami berupaya mengembalikan mereka menjadi pribadi mandiri dan produktif,” jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan deklarasi anti-narkoba, simbol komitmen kolektif seluruh elemen Jawa Timur, dari desa hingga pemerintah provinsi, memperkuat barisan melawan penyalahgunaan narkotika demi masa depan generasi bangsa. (ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru