Nganjuk, JatimUPdate.id – Pemerintah Kabupaten Nganjuk (Pemkab) Nganjuk tengah mengupayakan pembukaan jalur kereta api (KA) lokal yang berhenti di Stasiun Nganjuk.
Baca juga: DPRD Kalteng Minta Kepastian Realisasi Proyek Kereta Api Trans Kalimantan
Permintaan tersebut telah disampaikan langsung kepada Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya.
Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, mengatakan kebutuhan layanan KA lokal di wilayahnya cukup tinggi.
Saat ini, akses masyarakat Kecamatan Nganjuk terhadap kereta api dinilai masih terbatas.
“Banyak sekali warga di Kecamatan Nganjuk dan sekitarnya yang meminta adanya kereta api lokal,” ujar Wabub Nganjuk.
Pria yang akrab disapa Mas Handy itu menjelaskan, untuk saat ini layanan KA lokal hanya tersedia di Stasiun Kertosono.
Sementara itu, Stasiun Nganjuk lebih banyak melayani kereta api perjalanan jarak jauh.
Baca juga: Tebar Spirit Berbagi di Momen Idul Adha, PWI Nganjuk Sembelih Dua Kambing Kurban
Padahal, menurutnya, peminat KA lokal dari Kecamatan Nganjuk dan sekitarnya cukup banyak.
Hal itu tak lepas dari banyaknya warga Nganjuk yang bekerja di luar kota, mulai dari Jombang, Mojokerto, Sidoarjo hingga Surabaya.
Selama ini, mayoritas pekerja tersebut berangkat menggunakan kendaraan pribadi maupun bus.
“Kalau kereta api jarak jauh itu terlalu mahal untuk pekerja. Masyarakat inginnya kereta api lokal karena pasti terjangkau,” tambahnya.
Baca juga: Kejari Nganjuk Geledah 4 Lokasi Terkait Dugaan Korupsi di Bank Jatim, Sita Dokumen dan Lacak Aset
Selain itu, Mas Handy juga menyoroti sejumlah stasiun di wilayah Nganjuk yang belum beroperasi secara maksimal, seperti Stasiun Baron dan Stasiun Sukomoro.
Padahal, kedua stasiun tersebut dinilai memiliki kualifikasi yang baik.
“Kabupaten Nganjuk memiliki banyak stasiun. Mungkin itu bisa menjadi pertimbangan agar dibuat jalur kereta api lokal,” tandasnya. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat