Imam Syafi'i: CSR Jangan Habis untuk Konser Prioritaskan Warga Miskin
Surabaya, JatimUPdate.id -Legislator Partai NasDem, Imam Syafi'i menekankan bantuan dana atau CSR perusahaan digunakan untuk kepentingan produktif, bukan dihamburkan untuk hiburan atau konser.
Hal itu disampaikan Imam menyikapi konser Deny Caknan di Surabaya Expo Center (SUBEC), yang diindikasikan didanai pihak swasta.
"Bantuan dari perusahaan apalagi yang bentuknya CSR. itu lebih baik untuk kepentingan-kepentingan yang lebih produktif," tukas Imam, baru-baru ini.
Sebab kata anggota Komisi D DPRD Surabaya itu, banyak permasalahan desil yang masih kacau berdasarkan temuannya.
Misalnya warga yang kategorinya masuk keluarga miskin malah tercatat di atas desil lima.
Imam menyebut, akibat kacaunya catatan desil itu, berdampak pada maraknya masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan.
"Banyak persoalan dengan desil sehingga mereka tidak dapat bantuan, padahal mereka warga miskin," sergah Imam.
Imam memaparkan, selain bantuan, persoalan lain yang lebih memprihatinkan, banyak warga tak dapat menebus ijazah.
Pun tidak mendapatkan beasiswa karena desilnya di atas desil lima.
"Harusnya CSR-CSR itu lebih masuk ke situ," tegas Imam.
Sebelumnya Imam menyebut berdasarkan pengakuan Disbudporapar konser Denny Caknan dibiayai oleh pihak swasta.
Konser Deny Caknan yang menimbulkan kericuhan itu digelar Disbudparpor melalui Event Organizer atau EO.
Kepastian itu didapat Imam saat Komisi D menggelar rapat dengan Disbudporapar, pada Selasa (14/7).
"Kami mendengar acara itu bantuan pihak swasta. Yang kami kaget lagi ketika Kepala Disbudporapar saya tanya, itu APBD-nya berapa? Karena rangkaian ulang tahun kota Surabaya sudah selesai, kok masih ada? Ternyata nol. Wah itu tambah kami kaget. Kalau gitu ngapain bikin acara?" urai Imam.
Sementara Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, akan mengevaluasi sistem penyelenggaraan acara tersebut.
Salah satu yang disorot mobilisasi massa penonton yang diduga banyak berasal dari luar Kota Surabaya.
"Jadi evaluasi yang kita lakukan adalah nanti kita lihat. Kegiatan itu sebenarnya kan wadah untuk anak muda Surabaya. Nanti dievaluasi, yang datang kemarin apakah banyak dari luar (kota)," ujar Eri. (Roy/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat