Sidoarjo, JatimUPdate.id - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus melakukan pengawasan intensif terhadap stabilitas pasar dan supermarket guna memastikan masyarakat dapat menyambut dan merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah dengan aman dan nyaman.
Baca juga: Pemkab Dukung Kolaborasi LAZISNU dan Ritel Modern, Perkuat Pengelolaan Kotak Infaq di Sidoarjo
Dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pusat perbelanjaan modern di Kabupaten Sidoarjo, Kamis (5/3/2026).
Sidak ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok, stabilitas harga, serta kualitas kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Adapun lokasi yang menjadi sasaran sidak antara lain Superindo Jenggolo, Ramayana Supermarket, dan Hypermart Lippo Plaza Sidoarjo.
Bupati Subandi didampingi Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih, Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati, Kapolres Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing, Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Czi Shobirin Setio Utomo, Kepala Satpol PP Sidoarjo Yany Setyawan, jajaran Dinas Kesehatan Sidoarjo, serta unsur Forkopimda lainnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di tiga lokasi tersebut, Subandi memastikan ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Sidoarjo masih dalam kondisi aman dan harga relatif stabil.
Baca juga: Bupati Subandi Soroti Kualitas DAM Kedungpeluk, Minta Kontraktor Segera Perbaiki
“Alhamdulillah, dari tiga lokasi yang kami kunjungi semuanya aman. Harga kebutuhan pokok masih terjangkau dan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Tidak ada lonjakan harga yang signifikan menjelang Lebaran. Insya Allah Sidoarjo aman,” kata Subandi.
Selain memantau harga dan stok, Subandi juga menyoroti aspek kualitas produk yang dijual di pusat perbelanjaan. Dalam sidak tersebut, ia menemukan beberapa produk dengan kemasan kaleng yang penyok, seperti susu kaleng dan kue kaleng.
Ia menegaskan produk dengan kemasan rusak harus segera disisihkan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan keamanan konsumsi masyarakat.
“Jika kemasan kaleng kue penyok tetapi masih memiliki lapisan plastik pelindung di dalamnya, produk masih aman. Namun jika tidak, risiko kontaminasi bakteri bisa terjadi. Kami juga menemukan susu kaleng yang penyok dan langsung kami instruksikan untuk disisihkan serta tim pengawas diminta lebih teliti,” jelasnya.
Baca juga: Kabupaten Sidoarjo Masuk 10 Besar Nasional, Raih Sertifikat Menuju Kota Bersih
Selain itu, Subandi juga meminta dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kualitas daging yang ditemukan di lokasi sidak.
Pemeriksaan akan dilakukan oleh tim dokter melalui uji laboratorium untuk memastikan produk tersebut aman dikonsumsi.
“Ada daging yang tadi kita perintahkan dokter untuk mengecek terkait masalah kesehatannya, apakah ada bakteri atau tidak. Nanti dicek ulang di laboratorium. Kalau memang ada bakteri, akan kita sampaikan kembali agar ditindaklanjuti,” ujarnya.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat