Tokoh PMI Jatim Nurwiyatno Meninggal Dunia, Sempat Aktif Bekerja Sehari Sebelumnya

Reporter : Imam Hambali
Flayer Duka Cita atas meninggalnya Drs Nurwiyatno dari PMI Jember.

 

Surabaya, JatimUPdate.id - Kabar duka datang dari dunia kemanusiaan Jawa Timur. Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur, Nurwiyatno, meninggal dunia pada Jumat (17/4/2026) dini hari.

Baca juga: 2 Mantan Gubernur Jatim Antar Nurwiyatno ke pemakaman

Informasi wafatnya mantan Penjabat Wali Kota Surabaya tersebut disampaikan oleh pengurus PMI Jatim, Amin Istighfarin.

Nurwiyatno mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 02.00 WIB setelah sempat menjalani perawatan di National Hospital.

“Innalillahiwainnaillaihirojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah Bapak Drs. Nurwiyatno M.Si pada Jumat, 17 April 2026 pukul 02.00 WIB. Rumah duka di kawasan Royal Residence Surabaya,” ujar Amin saat dikonfirmasi.

Nurwiyatno meninggal dunia dalam usia 68 tahun. Ia diduga mengalami serangan jantung. Kepergiannya mengejutkan banyak pihak, mengingat sehari sebelumnya almarhum masih beraktivitas seperti biasa.

Amin mengungkapkan, pada Kamis (16/4/2026), Nurwiyatno masih masuk kantor dan berinteraksi dengan rekan kerja di PMI Jatim.

“Kemarin masih ngantor bersama saya sampai pukul 14.00 WIB. Tidak ada tanda-tanda sakit. Kami sempat ngobrol dan beliau terlihat sehat, bahkan beberapa kali tertawa,” kenangnya.

Menurutnya, sosok Nurwiyatno dikenal terbuka dan dekat dengan para pengurus. Ruang kerjanya bahkan kerap menjadi tempat berdiskusi santai.

“Pintu ruangannya tidak pernah ditutup. Selalu terbuka untuk siapa saja. Jadi tempat kami berdiskusi ringan,” tambah Amin.

Atas nama keluarga dan rekan kerja, Amin mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhum agar segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT.

Baca juga: Sekdaprov Jatim Adhy Karyono Terima Kunjungan KBRI Brunei Darusalam, Perkuat Pelindungan PMI di Brunei Darussalam

Semasa hidupnya, Nurwiyatno dikenal sebagai birokrat senior yang memiliki rekam jejak panjang.

Ia menjabat sebagai Sekretaris PMI Jawa Timur periode 2025–2030 dan aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

Di bidang pemerintahan, kariernya dimulai sejak 1983 sebagai aparatur sipil negara.

Ia mengabdikan diri selama puluhan tahun, termasuk 24 tahun di bidang inspektorat dan 7 tahun di sektor keuangan sebagai kepala biro serta kepala BPKAD.

Menjelang masa pensiun, ia dipercaya menjabat sebagai Inspektur atau Kepala Inspektorat selama tiga tahun.

Tak hanya itu, Nurwiyatno juga pernah dipercaya menjadi Penjabat Wali Kota Surabaya menggantikan Tri Rismaharini.

Baca juga: Nilai Transaksi Ekonomi KTH Jatim TW I 2026 Capai Rp367,95 Miliar, Berkontribusi 59,38 Secara Nasional.

Penunjukan itu dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur saat itu, Soekarwo, pada September 2015 hingga Februari 2016.

Kepergian Nurwiyatno meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi kalangan birokrasi dan relawan kemanusiaan di Jawa Timur.

Sosok alumni Fisip Universitas Jember Angkatan 1978 itu dikenang sebagai pribadi sederhana, terbuka, dan berdedikasi tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.

Sejak pagi, para petakziah berduyun-duyun datang ke rumah duka yang beralamat di komplek perumahan Royal Residence B2 no. 40 - Babatan Kec. Wiyung Surabaya.

Deretan karangan bunga ungkapan duka cita juga memadati jalanan menuju rumah duka. (ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru