Surabaya,Jatim update.id - Founder Asosiasi Rumah Kos Indonesia (Arki), Daniel Agus, mengaku keberatan jika kos-kosan penghuninya dibatasi untuk laki-laki atau perempuan saja.
"Ini memberatkan sekali bagi pengusaha kos," tegasnya, Minggu (19/4).
Baca juga: ARKI Minta Kos Harian Tetap Diizinkan, Tapi Difungsikan Secara Baik dan Bermoral
Ia menjelaskan, regulasi dalam Perda Hunian Layak perlu dikoreksi karena masih terdapat celah.
Ia juga mempertanyakan bagaimana cara mengatur kos tersebut jika hanya berlaku satu gender.
Ia khawatir jika kos-kosan itu penghuninya satu gender, akan jadi surga bagi kaum lesbian atau homo.
Baca juga: Pengusaha Sebut Lebih Mudah Kelola Kos Campur
"Yang ngekos orang homo juga sekarang banyak. Yang lesbian juga ada," bebernya.
Ia menegaskan kos-kosan yang memisahkan gender sangatlah merepotkan.
Ia pun menekankan peraturan kos-kosan sedianya fleksibel. Asalkan pengusaha berkomitmen menjamin keamanan lingkungan.
Baca juga: ARKI Minta Kejelasan Perda Hunian Layak, Komisi A Sebut Salah Kutip Media
Pun melarang seks bebas, tindak kejahatan, dan diperkuat CCTV.
"Yang penting kita jamin meskipun kos campur, melarang seks bebas, tindak kejahatan, oleh karena itu CCTV di kos-kosan itu harus ada," urai Daniel Agus. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman