Sarmuji Luncurkan Buku “Kekuasaan Yang Menolong”, Angkat Refleksi Spiritual dan Gagasan Politik Kerakyatan

Reporter : Imam Hambali
M.Sarmuji meluncurkan Buku, Puisi dan Lagu.

 

Jakarta, JatimUPdate.id - Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, meluncurkan buku berjudul “Kekuasaan Yang Menolong” yang memuat refleksi perjalanan spiritual sekaligus pandangannya dalam berpolitik.

Baca juga: Peluang Perempuan di DPRD Bondowoso Bisa Tembus 50 Persen, Golkar Usul Dapil Per Kecamatan

Peluncuran buku tersebut berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (20/4/2026).

Sarmuji mengatakan, buku itu merupakan salah satu dari tiga karya yang ia terbitkan, dengan dua di antaranya menjadi karya utama.

“Ya saya menerbitkan dua buku plus satulah. Satu itu buku kenangan. Tapi dua buku itu yang pertama adalah ‘Kekuasaan Yang Menolong’,” ujar Sarmuji kepada wartawan.

Sarmuji menjelaskan, judul buku tersebut memiliki makna personal yang mendalam. Ia menyebut, “Kekuasaan Yang Menolong” merupakan terjemahan dari “Sulthanan Nashira”, yang juga menjadi nama putranya, Muhammad Sutojoyo Sulthanan Nashir.

Menurut dia, nama tersebut sejak awal menjadi pengingat dalam menjalani dunia politik. Ia berharap, keberadaannya di panggung politik dapat menjadi kekuatan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

“Dulu memang saya memberi nama Sulthanan Nashir itu untuk menjadi pengingat saya. Karena waktu itu saya sudah masuk dalam dunia politik. Jadi saya berharap keberadaan saya dalam dunia politik itu menjadi Sulthanan Nashira, menjadi Kekuasaan Yang Menolong,” kata dia.

Baca juga: Golkar Bondowoso Usul Dapil Per Kecamatan, Ingin Wakil Rakyat Tak Jauh dari Warga

Namun, Sarmuji mengungkapkan bahwa putranya telah wafat setelah berjuang melawan leukemia. Meski demikian, nilai dari nama tersebut tetap ia pegang sebagai prinsip hidup.

“Ternyata Allah berkehendak lain, putra kami dipanggil pulang karena leukemia. Tetapi namanya tetap tersimpan dalam hati dan tetap menjadi pengingat bagi saya,” ucapnya.

Dalam buku tersebut, Sarmuji juga memaparkan gagasan tentang politik sebagai sarana untuk menolong rakyat. Pada bagian awal, ia menekankan konsep kekuasaan yang berpihak pada kepentingan publik.

Sementara itu, bab-bab selanjutnya berisi respons dan pandangannya terhadap berbagai isu kerakyatan yang berkembang di DPR, termasuk sikap yang ia ambil sebagai Sekjen DPP Partai Golkar.

Baca juga: Ketua Golkar Maluku Tenggara Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara, Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku

“Dari bab pertama saya menjelaskan tentang politik sebagai kekuasaan yang menolong. Lalu bab-bab berikutnya tentang pernyataan-pernyataan saya menanggapi situasi yang berkembang, isu-isu kerakyatan di DPR,” ujarnya.

Pada bagian penutup, Sarmuji menyampaikan harapan agar kiprah politiknya dapat meninggalkan jejak baik bagi generasi mendatang, sebagaimana doa Nabi Ibrahim.

Ia mengutip doa tersebut, “Ya Allah jadikanlah aku ‘waj’allii lisana shidqi fiil akhiriin’, jadikanlah aku menjadi buah tutur yang baik bagi generasi yang datang kemudian.”

“Ini mudah-mudahan saya sebagai politisi bisa menjadi buah tutur yang baik bagi generasi yang akan datang,” kata Sarmuji.(ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru