Surabaya,JatimUPdate.id - Ketua Paguyuban Juru Parkir Surabaya (PJS) , Izul Fiqri menyesalkan juru parkir (Jukir) dinarasikan menolak parkir digital.
Padahal PJS tidak pernah mencopot plakat, dan perangkat lainnya yang dipasang oleh dinas perhubungan.
Baca juga: Ketua PJS Klarifikasi Insiden Manyar, Bantah Tudingan Pengeroyokan Jukir
"Tidak pernah kami lakukan penolakan itu," tegas Izul saat rapat dengar pendapat bersama Komisi A DPRD Surabaya, Selasa (21/4).
Selain itu, PJS menyayangkan video kepala daerah yang menyerukan warga Surabaya jangan kalah dengan preman.
Ia menegaskan pernyataan tersebut menyakiti hati jukir, utamanya yang bekerja dengan baik.
Baca juga: Ketua PJS: Jukir Sering Dinarasikan Negatif oleh Kelompok yang Tak Bertanggungjawab
Ia pun mendesak kepala daerah jangan asal berstatemen jika tak tahu permasalahannya.
"Ada videonya pak Wali menyampaikan preman," tutur Izul.
Anggota Komisi A, Azhar Kahfi, menilai PJS punya potensi menjadi mitra strategis pemerintah menyukseskan digitalisasi parkir, utamanya mendukung target aktivasi ribuan titik parkir digital.
Baca juga: PJS: Jukir Berkontribusi Terhadap PAD, Minta Pelindungan Hukum, Sesalkan Dinarasikan "Premanisme"
Bahkan ia mendorong adanya sistem apresiasi bagi petugas parkir berprestasi yang mampu memenuhi target pendapatan sekaligus menjaga kualitas layanan.
“Juru parkir juga pahlawan pendapatan daerah. Kalau target tercapai dan kinerjanya baik, perlu ada reward sebagai bentuk penghargaan,” tegasnya. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman