Surabaya, ĺJatimUPdate.id - Dewan Pertahanan Nasional (DPN) Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Dewan Kesenian Surabaya (DKS).
Kunjungan untuk menyerap pandangan strategis pelaku kebudayaan terkait persoalan kebangsaan yang aktual.
Baca juga: DKJT dan GMNI Surabaya Dorong Kebudayaan Jadi Fondasi Kemandirian Bangsa di Era Digital
Deputi Bidang Geopolitik DPN, Begi Hersutanto, menegaskan kebudayaan bukan hanya ekspresi artistik, melainkan instrumen strategis membangun kekuatan bangsa.
“Penting bagi Indonesia untuk menemukan kembali identitas nasional melalui jalan kebudayaan. Ini bukan proses alamiah semata, tetapi harus dirancang dan difasilitasi secara sistematis oleh negara. Kita bisa belajar dari Korea Selatan K-Pop menjadi fenomena global karena didukung kebijakan negara yang terstruktur,” ujarnya, Rabu (29/4).
Baca juga: 15 Musisi Surabaya, Tampilkan Ratusan Seni Rupa di DKS
Ketua DKS, Chrisman Hadi, menegaskan secara normatif, kebudayaan telah memiliki landasan hukum yang kuat dalam sistem pembangunan nasional.
“Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, PP Nomor 87 Tahun 2021 tentang Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan, serta Perpres Nomor 114 Tahun 2022 tentang Strategi Kebudayaan, telah menempatkan kebudayaan sebagai pilar pembangunan nasional,” tegasnya.
Baca juga: Muncul DKS Tandingan, Barisan Soekarnois Sesalkan Sikap Walikota
Ia menekankan kebudayaan adalah instrumen soft power yang memiliki daya pengaruh global.
“Indonesia memiliki kekayaan kultural yang luar biasa. Dalam konteks ini, Dewan Kesenian Surabaya dapat menjadi mata rantai strategis bagi kebijakan-kebijakan Dewan Pertahanan Nasional, sebagaimana mandat yang diatur dalam UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dan Perpres Nomor 202 Tahun 2024,” lanjutnya. (*)
Editor : Yuris. T. Hidayat