Mahasiswa Pascasarjana PAI UIN Madura Laksanakan Pembelajaran Luar Kelas di IBS PKMKK

Reporter : Yuris. T. Hidayat
Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Madura melaksanakan kegiatan Pembelajaran Luar Kelas (PLK) di IBS PKMKK, pada Sabtu, 16 Mei 2026,

JatimUPdate.id - Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Madura melaksanakan kegiatan Pembelajaran Luar Kelas (PLK) di IBS PKMKK, pada Sabtu, 16 Mei 2026, dalam rangka penguatan mata kuliah Pengembangan Kurikulum dan Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Kegiatan akademik tersebut dihadiri oleh dosen pengampu mata kuliah, yakni Dr. Heni Listiana, M.Pd. dan Dr. Halimatus Sakdiyah, M.Pd. Sementara materi utama disampaikan oleh Dr. H. Mohammad Holis, M.Si. yang saat ini menjabat sebagai Kepala MAN 2 Pamekasan sekaligus Direktur Pengembangan SDM IBS PKMKK.

Baca juga: Guru Besar UIN Madura: 1 Zulhijah 1447 Hijriah Jatuh pada 18 Mei 2026

Dalam pemaparannya, Dr. Mohammad Holis menegaskan pentingnya pengembangan kurikulum berbasis cinta dan bahan ajar yang adaptif terhadap perubahan zaman, terutama dalam menghadapi tantangan transformasi digital pendidikan Islam. 

Menurutnya, integrasi teknologi dalam pembelajaran bukan sekadar tuntutan administratif, tetapi merupakan bagian dari upaya strategis membangun sistem pendidikan Islam yang relevan, kreatif, dan mampu menjawab kebutuhan generasi masa depan.

Direktur Utama IBS PKMKK, Prof. Dr. KH. Achmad Muhlis, MA., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh civitas akademika UIN Madura yang telah menjadikan IBS PKMKK sebagai ruang pembelajaran akademik dan refleksi praksis pendidikan Islam kontemporer.

“Selamat datang dan penghormatan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada para dosen, mahasiswa pascasarjana, serta seluruh civitas akademika UIN Madura yang telah berkenan hadir dan menjadikan IBS PKMKK sebagai ruang akademik untuk berdialog, belajar, dan berbagi pengalaman praksis pendidikan Islam kontemporer,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa di era transformasi digital saat ini, pendidikan Islam menghadapi tantangan yang kompleks. Kurikulum dan bahan ajar tidak lagi cukup disusun secara normatif dan tekstual, tetapi harus mampu merespons perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta kebutuhan generasi yang tumbuh dalam budaya digital.

Baca juga: Guru Besar UIN Madura: Kurikulum Cinta Dapat Menjinakkan Perundungan, Roasting, Kacoan, dan Resistensi

Menurutnya, pengembangan bahan ajar berbasis TIK dan pengembangan kurikulum PAI bukan sekadar persoalan teknis metodologis, melainkan ikhtiar epistemologis untuk menjaga relevansi pendidikan Islam agar tetap kontekstual, humanis, dan transformatif.

Lebih lanjut, Achmad Muhlis menegaskan bahwa IBS PKMKK memandang integrasi antara tradisi pesantren, penguatan karakter, literasi teknologi, dan pendekatan pembelajaran kreatif sebagai kebutuhan penting dalam membangun pendidikan Islam masa depan.

“Pendidikan yang baik bukan hanya melahirkan peserta didik yang cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual, sosial, dan emosional,” tegasnya.

Ia juga berharap kegiatan Pembelajaran Luar Kelas tersebut tidak hanya menjadi agenda akademik formal, tetapi menjadi ruang refleksi bersama tentang bagaimana pendidikan Islam dapat terus beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai profetiknya.

Baca juga: Perundungan dan Resistensi sebagai Transformasi Nilai Pesantren

“Dari ruang-ruang dialog seperti inilah lahir gagasan, inovasi, dan kolaborasi yang akan memperkuat masa depan pendidikan Islam Indonesia,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis dan interaktif. Para mahasiswa pascasarjana mendapatkan pengalaman langsung mengenai implementasi pengembangan kurikulum, inovasi pembelajaran berbasis TIK, serta penguatan karakter pendidikan berbasis pesantren yang diterapkan di lingkungan IBS PKMKK.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta berharap sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan pesantren terus diperkuat dalam rangka membangun peradaban pendidikan yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan. (*)

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru