Pemred Disway: Pada Akhirnya, Kualitas Wartawanlah yang Menentukan Kompeten atau Tidak

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Pemred Harian Disway Doan Widhiandono (kiri), berfoto dengan Direktur Harian Kabar Madura Hairul Anam, saat bertugas sebagai Asesor UKW Dewan Pers di Universitas Dr. Soetomo. (Foto Hairul Anam)
Pemred Harian Disway Doan Widhiandono (kiri), berfoto dengan Direktur Harian Kabar Madura Hairul Anam, saat bertugas sebagai Asesor UKW Dewan Pers di Universitas Dr. Soetomo. (Foto Hairul Anam)

Surabaya, JatimUPdate.id - Pemimpin Redaksi (Pemred) Disway, Doan Widhiandono, menegaskan bahwa esensi utama dari profesionalisme seorang jurnalis tidak hanya terletak pada selembar sertifikat.

"Melainkan pada rekam jejak dan kualitas karya yang dihasilkan oleh wartawan," tegas Doan.

Menurutnya, di tengah disrupsi media dan banjir informasi saat ini, kualitas individu wartawanlah yang menjadi penentu akhir apakah ia layak disebut kompeten atau tidak.

Hal itu ditegaskan Doan di hadapan 21 wartawan yang dinyatakan kompeten di Unitomo, setelah menjalani Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tingkat Muda, Madya, dan Utama angkatan ke-24, Sabtu-Minggu (27-28/6/2026).

Pria yang bergelar doktor itu tidak menampik bahwa ujian sertifikasi atau standardisasi formal penting sebagai pijakan dasar hukum dan administrasi. 

Namun, Doan mengingatkan agar pemenuhan formalitas tersebut tidak membuat wartawan melupakan substansi utama dari kerja-kerja jurnalistik.

"Pada akhirnya, kualitas andalah yang menentukan kompeten atau tidak! Publik tidak menilai kita dari sertifikat yang dipajang, melainkan dari kedalaman berita, akurasi data, dan integritas yang kita tunjukkan di lapangan," tegasnya. 

Doan sendiri merupakan salah seorang Asesor UKW Dewan Pers. Dia bertugas menguji wartawan bersama asesor muda lainnya, yaitu Hairul Anam dari Harian Kabar Madura. 

"Industri media bisa berubah, platform bisa berganti dari cetak ke digital atau video. Namun, kebutuhan akan jurnalisme yang berkualitas dan jujur tidak akan pernah mati. Dan itu semua kembali ke kualitas manusianya," tukasnya. (rilis/roy/yh)