Khofifah Dorong IKA FH UNAIR Perkuat Jejaring dan Kontribusi Alumni

Reporter : Redaksi
Pengurus baru Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga (IKA FH UNAIR) saat beraudiensi dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang juga menjabat Ketua Ikatan Alumni UNAIR

Surabaya, JatimUPdate.id – Pengurus baru Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga (IKA FH UNAIR) mulai memanaskan mesin organisasi menjelang pelantikan yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Juni 2026. Sejumlah langkah konsolidasi dilakukan dengan menjalin komunikasi dan silaturahmi kepada para tokoh strategis, baik dari kalangan penegak hukum maupun pemerintahan.

Dalam satu hari, Selasa (2/6), jajaran pengurus IKA FH UNAIR melakukan audiensi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Dr. Abdul Qohar Affandi, S.H., M.H, di Kantor Kejati Jatim Surabaya. Setelah itu, rombongan melanjutkan kunjungan ke Gedung Negara Grahadi untuk bertemu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang juga menjabat Ketua Ikatan Alumni Universitas Airlangga sekaligus Pelindung IKA FH UNAIR.

Baca juga: Khofifah Tinjau PG Ngadirejo Kediri, Optimis Jatim Capai Swasembada Gula 

Rombongan dipimpin Ketua IKA FH UNAIR, Syaiful Ma’arif, bersama sejumlah pengurus lainnya, di antaranya Andirahmean Pohan, Ali Mannagalli, Boedi Prijo Soeprayitno, Edward Dewaruci, Indah Wahyuni, Lilik Pudjiastuti, Adi Sarono, Dwi Prasetyo, dan Kukuh Pramono Budi.

Dalam pertemuan dengan Kajati Jawa Timur, Syaiful memperkenalkan susunan kepengurusan baru sekaligus memaparkan sejumlah program yang akan menjadi fokus organisasi alumni tersebut ke depan. Ia juga menyampaikan undangan secara langsung kepada Abdul Qohar Affandi yang menjabat Ketua Dewan Kehormatan IKA FH UNAIR agar berkenan hadir dalam prosesi pelantikan mendatang.

Menurut Syaiful, keberadaan Abdul Qohar sebagai salah satu tokoh alumni Fakultas Hukum UNAIR memiliki arti penting bagi organisasi. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan dukungan moral sekaligus memperkuat sinergi antara alumni dengan berbagai institusi penegak hukum.

“Beliau merupakan bagian penting dari keluarga besar alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Karena itu kami berharap beliau berkenan hadir dan memberikan dukungan pada momentum pelantikan nanti,” ujar Syaiful.

Ajakan tersebut mendapat respons positif. Abdul Qohar menyatakan kesediaannya untuk menghadiri pelantikan dan mendukung berbagai program yang akan dijalankan kepengurusan baru IKA FH UNAIR.

Dukungan dari kalangan penegak hukum itu dinilai menjadi modal penting bagi organisasi alumni dalam memperluas jejaring sekaligus meningkatkan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan profesional maupun sosial.

Usai dari Kejati Jatim, pengurus IKA FH UNAIR melanjutkan agenda audiensi ke Gedung Negara Grahadi. Dalam suasana yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, Syaiful kembali memaparkan struktur kepengurusan serta perkembangan persiapan pelantikan yang tinggal menghitung hari.

Pada kesempatan tersebut, ia secara langsung meminta kesediaan Khofifah Indar Parawansa untuk melantik kepengurusan IKA FH UNAIR periode terbaru. Selain itu, berbagai agenda organisasi serta konsep penguatan peran alumni juga turut disampaikan kepada orang nomor satu di Jawa Timur tersebut.

Baca juga: Khofifah Minta Bank Jatim Jadi Motor Ekonomi dan Percepat Transformasi Digital

Syaiful menegaskan bahwa pelantikan nantinya tidak hanya menjadi seremoni pergantian kepengurusan semata. Lebih dari itu, momentum tersebut akan dimanfaatkan sebagai ajang mempererat hubungan antargenerasi alumni Fakultas Hukum UNAIR yang kini berkiprah di berbagai sektor strategis.

Mulai dari lembaga pemerintahan, aparat penegak hukum, dunia usaha, akademisi hingga organisasi kemasyarakatan, alumni FH UNAIR memiliki posisi penting yang dinilai dapat menjadi kekuatan besar apabila terhubung dalam satu jaringan yang solid.

“Kami ingin menjadikan IKA FH UNAIR sebagai wadah yang mampu menghubungkan kekuatan alumni lintas generasi. Dengan jejaring yang kuat, alumni dapat berkontribusi lebih besar bagi almamater, masyarakat, bangsa dan negara,” kata Syaiful.

Beberapa nama yang dijadwalkan hadir antara lain Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Airlangga Prof. (HC) Dr. H. Sunarto, S.H., M.H., Ketua Dewan Pertimbangan IKA FH UNAIR Dr. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.H., serta Ketua Dewan Pakar IKA FH UNAIR Prof. Dr. Sogar Simamora, S.H., M.Hum.

Sementara itu, Khofifah menyambut baik semangat konsolidasi yang dilakukan para pengurus. Menurutnya, organisasi alumni memiliki peran penting dalam menjaga reputasi sekaligus memperkuat eksistensi perguruan tinggi di tengah persaingan global yang semakin kompetitif.

Khofifah menilai salah satu kekuatan utama sebuah universitas terletak pada jaringan alumninya. Semakin solid hubungan antarsesama alumni, maka semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan kepada almamater maupun masyarakat luas.

Baca juga: Terpilih Aklamasi, dr. Moch. Jasin Kembali Pimpin IKA UNAIR Bondowoso dan Bidik Penurunan AKI-AKB

“Saya senang melihat semangat para pengurus IKA FH UNAIR. Yang perlu terus diperkuat adalah jaringan alumni, karena kekuatan sebuah almamater juga terletak pada kekuatan dan soliditas para alumninya,” ujar Khofifah.

Menurutnya, Universitas Airlangga selama ini telah melahirkan banyak tokoh nasional yang berkiprah di berbagai bidang. Potensi besar tersebut perlu terus dirawat melalui komunikasi yang intensif dan program-program kolaboratif yang memberi manfaat luas.

Khofifah menambahkan, alumni memiliki pengalaman, kompetensi, dan jaringan yang sangat berharga. Jika seluruh potensi itu mampu disinergikan, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh almamater, tetapi juga mampu mendukung pembangunan daerah dan kemajuan bangsa.

Sebagai bagian dari rangkaian persiapan pelantikan, pengurus IKA FH UNAIR juga dijadwalkan melakukan audiensi dengan Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. (HC) Dr. H. Sunarto, S.H., M.H., di Jakarta pada 9 Juni mendatang.

Serangkaian audiensi yang dilakukan tersebut menjadi langkah awal kepengurusan baru IKA FH UNAIR dalam membangun komunikasi dengan para tokoh alumni dan pemangku kepentingan. Dukungan yang mengalir dari berbagai pihak diharapkan menjadi fondasi kuat bagi organisasi untuk menjalankan program-program yang berfokus pada pengembangan alumni, penguatan almamater, serta peningkatan pengabdian kepada masyarakat.(DPR)

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru