Sidayu, Gresik, JatimUPdate.id - Asta Cita ke 4 Presiden & wakil Presiden Prabowo-Gibran yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas yang sejalan Visi & Misi Bupati Gresik H. FANDI AKHMAD YANI, S.E., M.MB. · dr. H. ASLUCHUL ALIF M.Kes., MM., M.HP.
Visi “ Pembangunan Gresik Maju Yang Berkelanjutan Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Untuk Kesejahteraan Masyarakat” dan Misi nya Memperkuat Insan Gresik yang Sehat, Cerdas, Berkarakter, dan Berakhlakul Karimah serta, Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat Gresik.
Baca juga: Prabowo dan Gagasan tentang Generasi Pencipta Kerja
Lebih jauh Melalui Penciptaan Lapangan Kerja Dan Pemenuhan Kebutuhan Dasar dikuatkan dengan 9 Prioritas Tematik atau Nawa Karsa yang menjadi nafas pembangunan menuju Gresik Baru salah beberapa diantaranya yaitu :
Gresik Tuntas (Tanggap, Unggul, Nyaman, Transparan, Akuntabel, dan Sustainable), Gresik Seger (Sejahtera, Bahagia, dan Berdikari), Gresik Mapan (Maju, Pintar, dan Aman), Gresik Cemerlang (Cerdas, Efisien, Menarik, Relevan, dan Global), Gresik Sehati (Pelayanan Kesehatan Integratif) & Gresik Barokah
Upaya Percepatan Penurunan angka stunting di Desa Golokan Kecamatan Sidayu maka dilaksanakan Rembuk Stunting yang bertujuan mengevaluasi realisasi pembangunan di bidang kesehatan dan pendidikan dasar, khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Dalam Sambutannya Bapak Camat Sidayu, Suwartono, menegaskan bahwa rembuk ini merupakan upaya penting dalam konvergensi Pencegahan Stunting maupun penurunan tingkat stunting di desa, Mensingkronkan Kegiatan antar Lembaga dalam pencegahan Stunting sebagai upaya intregritas Layanan agar selaras baik Program maupun Pendanaannya & kegiatan ini guna mendukung target nasional Indonesia bebas stunting (zero stunting).
Dalam kesempatan ini Camat Sidayu menyampaikan sesuai SE Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa untuk melaksanakan Penataan Lembaga Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dalam Implementasi 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Rembuk Stunting melibatkan berbagai unsur desa, termasuk kader kesehatan, keluarga penerima manfaat (KPM), bidan desa, pengurus PAUD, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), unsur perempuan, tokoh masyarakat, serta pendamping TPP P3MD.
Prosesnya dimulai dengan sosialisasi rencana kegiatan kepada KPM dan pemerintah desa, kemudian penyusunan jadwal rembuk secara bergiliran di seluruh desa di kecamatan.
Pendamping lokal desa bertugas mengomunikasikan jadwal dan memfasilitasi undangan kepada para pemangku kepentingan desa untuk berpartisipasi.
Persiapan administrasi seperti berita acara, daftar hadir, peta diskusi kelompok (plano), serta formulir usulan disiapkan untuk mendukung jalannya rembuk.
Diskusi kelompok terstruktur melalui Focus Group Discussion (FGD) dibagi menjadi tiga paket layanan intervensi, yaitu:
1. Posyandu.
Baca juga: Percepat Penanganan Stunting 2027, Seluruh Desa Kecamatan Sidayu Gelar Rembug Stunting
Meliputi layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta konseling gizi terpadu.
2. PAUD
Menyasar layanan parenting untuk mendukung tumbuh kembang anak.
3. Komunitas/Keluarga
Fokus pada layanan sanitasi dan jamban, serta jaminan sosial.
Pembahasan ini bertujuan menghasilkan rekomendasi intervensi stunting yang selanjutnya akan diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan desa, seperti RKPDesa dan APBDesa.
Baca juga: Program Intervensi Belum Mampu Turunkan Prevalensi, Angka Stunting Kota Malang Stagnan
Dengan adanya rembuk ini, desa-desa di Kecamatan Sidayu berupaya mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional.
Penguatan peran desa melalui Rembuk Stunting di Gresik menjadi langkah konkret dalam percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.
Melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pendamping desa, rembuk ini tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi, tetapi juga sebagai pondasi perencanaan pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi yang terarah, desa-desa di Kecamatan Sidayu berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia bebas stunting. (za/dek/yh).
Pewarta Eka Surya Liana Wangsih (Wulan) TPP Sidayu.
Editor : Yuris. T. Hidayat