Lumajang, JatimUPdate.id – Pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) di wilayah Kabupaten Lumajang sedang dalam proses.
Baca juga: Bangun Yonif TP, Perkuat Ketahanan Wilayah Sekaligus Dorong Ekonomi
Banyak yang belum tahu apa strategisnya pembangunan di lahan seluas 64,72 hektare tersebut.
Ternyata, sangat strategis dari aspek pertahanan maupun pembangunan wilayah. Dari sisi pertahanan, keberadaan Yon TP akan memperkuat sektor barat dan selatan wilayah Lumajang dalam mendukung tugas pokok Kodam V/Brawijaya menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Komandan Kodim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., memaparkan nilai strategis tersebut di hadapan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., saat kunjungan kerja di Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Rabu (3/6/2026).
"Karakteristik kontur berbukit dan pegunungan khas lereng Gunung Semeru, namun sebagian besar area dinilai cukup datar dan cocok untuk pengembangan kawasan pendukung," papar Anton.
Desa Burno masuk kedalam administrasi Kecamatan Senduro terletak di sebelah barat kota Lumajang, kurang lebih 17Km dari pusat kota.
Kecamatan ini merupakan daerah pegunungan pada ketinggian mulai dari 200-3.000 meter dari permukaan laut (mdpl). Senduro merupakan jalur utama pendakian Gunung Semeru melalui Lumajang.
Dan di Senduro terdapat jalan cepat menuju Kabupaten Malang dengan melewati hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dengan hanya memakan waktu 2 jam.
Kawasan hutan TNBTS merupakan kawasan konservasi seluas 50.276 hektar yang membentang di empat wilayah: Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang.
Sementara itu situs resmi Desa Burno mengungkapkan nama daerah ini berasal dari bahasa Sansekerta dengan pisahan kata menjadi dua suku kata BUR – NO yang mempunyai kandungan arti Tanah Subur Tanduran Ono.
Baca juga: Peringati HKB 2026, Kolaborasi BPBD Jatim Gelar Simulasi Evakuasi Tsunami di Lumajang dan Trenggalek
Menurut nenek moyang masyarakat Burno yang bernama Mbah Karminten (orang pertama pembuka hutan belantara). Mbah Karminten mendirikan pondok kecil tempat peristirahatan, yang pada akhirnya diikuti oleh sanak saudaranya untuk mengelola hutan tersebut.
Tanpa terasa waktu dari hari kehari, dari bulan kebulan, dan dari tahun ketahun semakin bertambah dan banyak orang untuk ikut membuka hutan tersebut untuk dijadikan lahan pertanian. Dari hubungan getok-tular mengatakan kepada orang lain : Mari datang ke BURNO yang dalam bahasa jawa artinya TANAE SUBUR SEMBARANG ONO. Daerah yang awalnya hutan belantara menjelma pemukiman dan lahan pertanian. Daerah itu lantas diberi nama Desa Burno pada tahun 1918, yakni pada masa penjajahan Belanda.
Seiring kemerdekaan Republik Indonesia dan pembangunan hingga hari ini, beragam fasilitas tersedia. Akses fasilitas umum di sekitar lokasi renacana pembangunan Yonif TP di Lumajang ini cukup memadai dan mudah dijangkau, mulai dari kantor desa, sarana ibadah, pasar induk Senduro, hingga fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Senduro.
“Seluruh fasilitas di sekitar lokasi rencana pembangunan Yonif TP dapat dijangkau dengan baik sehingga sangat mendukung keberlangsungan operasional satuan maupun aktivitas masyarakat di sekitarnya,” jelas Anton.
Lebih lanjut, Anton memaparkan rencana pembangunan tahap awal yang meliputi empat barak prajurit, lima rumah dinas tipe 45, dapur, gudang MKK, serta aula serbaguna. Ia juga menyampaikan adanya perubahan site plan dari pihak pengembang atau konsultan yang nantinya akan terus dilaporkan perkembangannya kepada komando atas.
Anton pada kesempatan itu juga menjelaskan makna simbol dan filosofi satuan Yon TP. Tunggul satuan dengan simbol padi dan kapas dimaknai sebagai lambang kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.
Baca juga: Kades Pakel, Gucialit, Lumajang Dikeroyok 15 Orang, Alami Luka Bacok dari Leher hingga Punggung
Sementara lambang dan tunggul satuan “Narariya Kirana” memiliki arti “Kemuliaan yang memancarkan cahaya kepemimpinan yang dihormati, bijaksana, dan menjadi penerang bagi rakyatnya.”
"Pembangunan Yonif TP di Lumajang memiliki nilai strategis dari aspek pertahanan maupun pembangunan wilayah. Dari sisi pertahanan, keberadaan Yon TP akan memperkuat sektor barat dan selatan wilayah Lumajang dalam mendukung tugas pokok Kodam V/Brawijaya menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," jelas Anton lebih lanjut.
Pada kesempatan tersebut, Dandim turut memperkenalkan simbol dan filosofi satuan Yon TP. Tunggul satuan dengan simbol padi dan kapas dimaknai sebagai lambang kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.
Sementara lambang dan tunggul satuan “Narariya Kirana” memiliki arti “Kemuliaan yang memancarkan cahaya kepemimpinan yang dihormati, bijaksana, dan menjadi penerang bagi rakyatnya.” Perlu diketahui, berdasarkan Prasasti Mula Malurung pada tahun 1255 Masehi disebutkan bahwa penguasa pertama Lumajang adalah Nararya Kirana yang ditasbihkan oleh Wisnuwardhana, Raja Kerajaan Singhasari.
Pewarta Rachmad Hidayatullah. (red/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat