Anas Karno Santuni Keluarga Thomas, Minta Kasus Dugaan Penganiayaan Diusut Tuntas

Reporter : Ibrahim
Anas Karno saat mengunjungi keluarga Thomas, dok istimewa

Surabaya,JatimUPdate.id - Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno mengunjungi rumah duka keluarga Thomas (19) salah satu pelajar SMA di Surabaya, pada Senin (8/6).

Ia tewas karena diduga dianiaya oleh sekelompok remaja. Kedatangan Anas disambut isak tangis keluarga yang masih sulit menerima kepergiannya. 

Baca juga: Komisi C Sebut Raperda Pengendalian Banjir Surabaya Jadi yang Pertama di Indonesia

Tante korban, menceritakan keponakannya hanya berpamitan keluar rumah untuk membeli paket data internet dan mencari makan pada Sabtu malam (30/5).

Namun tak berselang lama pihaknya menerima kabar keponakannya tak sadarkan diri, dan dilarikan ke rumah sakit.

"Bilangnya cuma pamit cari makan sebentar. Kalau saya tahu akan terjadi seperti ini, pasti saya cegah atau saya antar sendiri," ujarnya sambil menangis.

Thomas sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. 

Namun kondisinya terus memburuk. Keluarga meminta aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

"Saya minta keadilan untuk Thomas. Saya mohon kasus ini diusut sampai tuntas. Anak yang saya asuh dari kecil harus pergi dengan keadaan seperti ini," ujarnya dengan suara bergetar.

Baca juga: Arif Fathoni Sebut Surabaya Butuh Perda Khusus Atur Hak Penyandang Disabilitas

Anas Karno mengaku prihatin dan meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. 

Anas juga was-was dengan rentetan kasus kriminal yang belakangan terjadi di Surabaya.  

Ia menekankan, kejadian tersebut harus menjadi alarm serius bagi seluruh pemangku kepentingan.

"Jangan sampai warga Surabaya merasa takut ketika keluar rumah. Keamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Kejadian yang merenggut nyawa seperti ini tidak boleh dianggap biasa," ujarnya.

Baca juga: Rupiah Melemah, Komisi C DPRD Surabaya Dorong Pemkot Sesuaikan Nilai Kontrak Proyek

Anas mendorong penguatan sinergi antara kepolisian, Satpol PP, perangkat wilayah, dan Command Center 112 untuk mempercepat pencegahan maupun penanganan tindak kriminal.

Anas mengapresiasi tindakan cepat aparat kepolisian yang sudah mengamankan sejumlah tersangka dalam kasus ini.

Anas Karno juga mengucapkan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban sekaligus memberikan santunan.

"Tindakan cepat ini setidaknya bisa memberikan rasa tenang terhadap keluarga korban yang menuntut keadilan," terangnya. (*)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru