Bondowoso, JatimUPdate.id, – Sebanyak 31 seniman dari Bondowoso, berbagai daerah di Jawa Timur, hingga Jakarta dan Yogyakarta ambil bagian dalam pameran seni rupa bertajuk Simulakra yang resmi dibuka Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Syafi'i di Gelora Pelita Bondowoso, Senin (8/6/2026) malam.
Baca juga: Ratusan Pelajar dan Pecinta Seni Ramaikan Sidoarjo MenggambarĀ
Pameran yang menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Muharram 2026 tersebut menghadirkan lebih dari 60 karya seni rupa dengan beragam pendekatan artistik. Karya-karya yang dipamerkan merepresentasikan berbagai gagasan, mulai dari refleksi sosial, budaya lokal, hingga eksplorasi seni rupa kontemporer.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara K5 Art Project dan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso.
Pameran berlangsung selama sepekan, mulai 8 hingga 14 Juni 2026 dan terbuka untuk masyarakat umum.
Ketua Panitia dari K5 Art Project, Budiamin, mengatakan Simulakra tidak hanya menjadi ruang pamer karya, tetapi juga wadah bagi para seniman untuk membangun jejaring, bertukar gagasan, dan memperkuat ekosistem seni rupa.
"Peserta yang terlibat sebanyak 31 seniman. Selain berasal dari Bondowoso dan sejumlah daerah di Jawa Timur, pameran ini juga diikuti perupa dari Jakarta dan Yogyakarta yang menghadirkan karya dengan karakter serta pendekatan artistik yang beragam," ujarnya.
Menurut Budiamin, keterlibatan seniman lintas daerah menunjukkan bahwa Bondowoso memiliki potensi menjadi ruang kreatif yang mampu mempertemukan para perupa dari berbagai latar belakang dan wilayah.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Syafi'i menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyelenggarakan pameran tersebut.
Menurutnya, ruang-ruang kreatif seperti Simulakra memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.
"Kami berharap pameran seni rupa Simulakra dapat melahirkan ide-ide kreatif baru, memperluas jaringan antarperupa, serta menjadi wadah yang mampu mendorong lahirnya generasi muda yang mencintai dan mengembangkan seni rupa di Bondowoso," katanya.
As'ad menegaskan Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen mendukung berbagai kegiatan seni dan budaya yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkreasi, berinovasi, dan mengekspresikan gagasannya melalui karya seni.
Menurutnya, seni rupa tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu peserta pameran, Saiful Yatim, seniman asal Jember, turut menampilkan tiga karya lukisan dalam ajang tersebut.
Ia menilai Simulakra menjadi ruang penting bagi para perupa untuk memperkenalkan karya sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat dan sesama seniman.
Baca juga: Sinergi PWI Pamekasan dan Pelukis Budi Hariyanto, Legislator Jatim: Seniman Adalah Penjaga Peradaban
"Saya membawa tiga karya dengan tema yang berbeda. Pameran seperti ini sangat penting karena memberi ruang bagi seniman untuk bertemu dengan publik, saling bertukar gagasan, dan menunjukkan bahwa seni rupa di daerah terus tumbuh dan berkembang," ujarnya.
Menurut Saiful Yatim, kehadiran seniman dari berbagai daerah, termasuk Jakarta dan Yogyakarta, menunjukkan bahwa dunia seni rupa memiliki semangat kolaborasi yang kuat dan mampu menjembatani perbedaan latar belakang melalui karya-karya yang dipamerkan.
Pembukaan pameran turut dihadiri Asisten Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, Kepala Disparbudpora Bondowoso, pimpinan perangkat daerah terkait, pengurus K5 Art Project, para seniman peserta pameran, serta masyarakat umum.
Dengan menghadirkan lebih dari 60 karya dari 31 seniman yang berasal dari Bondowoso, berbagai daerah di Jawa Timur, Jakarta, dan Yogyakarta, Simulakra menjadi salah satu pameran seni rupa terbesar yang digelar di Bondowoso tahun ini.
Kehadiran perupa lintas daerah tersebut diharapkan tidak hanya memperluas ruang apresiasi seni bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat jejaring kreatif serta menegaskan posisi Bondowoso sebagai daerah yang terbuka bagi perkembangan seni dan ekonomi kreatif menjelang Festival Muharram 2026. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat