Cahaya Lampion Terangi Kota Bondowoso, Ratusan Pelajar Semarakkan Tahun Baru Islam 1448 H
Bondowoso, JatimUPdate.id, – Gemerlap cahaya lampion dan lantunan sholawat mewarnai jalanan Kota Bondowoso pada Selasa (16/6/2026) malam.
Ratusan pelajar dari berbagai sekolah dan madrasah turut ambil bagian dalam Gema Sholawat Pelajar dan Pawai Lampion yang digelar Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Muharram dan Fesyar SAMARA 1448 H tersebut dilepas langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i dari depan Pendopo Raden Bagus Assra Bondowoso.
Sebanyak 37 lembaga pendidikan ikut meramaikan pawai, terdiri atas 15 SD/MI sederajat, 11 SMP/MTs sederajat, serta 11 SMA/SMK/MA sederajat. Para peserta membawa beragam lampion dengan desain kreatif dan unik yang menghiasi sepanjang rute pawai.
Tidak sedikit lampion yang dibuat dari bahan daur ulang seperti botol plastik, kardus bekas, hingga material sederhana lainnya yang disulap menjadi karya bernilai estetika.
Sejumlah peserta juga menampilkan replika bernuansa Islami yang menarik perhatian masyarakat.
Sepanjang perjalanan, lantunan sholawat yang dikumandangkan peserta berpadu dengan cahaya lampion yang berkelap-kelip, menciptakan suasana religius sekaligus meriah.
Ribuan warga tampak memadati sisi jalan untuk menyaksikan jalannya pawai dan mengabadikan momen tersebut.
Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i mengapresiasi antusiasme para pelajar dan lembaga pendidikan yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Melalui gema sholawat ini, kita menghidupkan syiar Islam dengan penuh kegembiraan, persatuan, dan kebersamaan. Ini menjadi fondasi spiritual yang kuat bagi generasi muda untuk mewujudkan masyarakat Bondowoso yang adil, jujur, dan penuh keberkahan,” ujarnya.
Menurut As’ad, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana menyemarakkan Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan serta menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda.
Apresiasi juga datang dari Kepala SMAN 1 Tenggarang, Ahmad Junaidi, yang lembaganya turut ambil bagian dalam pawai lampion tahun ini.
Ia menilai kegiatan tersebut mampu memadukan syiar Islam dengan kreativitas dan edukasi bagi para pelajar.
“Kami mengapresiasi pelaksanaan pawai lampion 1 Muharram tahun ini. Selain menjadi sarana syiar Islam, kegiatan ini juga menjadi ruang kreativitas dan edukasi yang luar biasa. Sangat menarik melihat para peserta menampilkan lampion-lampion kreatif yang dibuat dari bahan daur ulang seperti botol plastik dan barang bekas lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, keberagaman karya yang ditampilkan menunjukkan bahwa perayaan Tahun Baru Islam dapat dikemas secara meriah, edukatif, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai religius.
Ia juga menilai pawai lampion memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar perayaan pergantian tahun.
Cahaya lampion menjadi simbol harapan agar masyarakat senantiasa memperoleh petunjuk dan perlindungan Allah SWT dalam setiap langkah membangun daerah.
“Semoga semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman yang terjalin dalam acara ini dapat terus kita jaga dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan kabupaten yang lebih maju, religius, dan berdaya saing,” katanya.
Selain dihadiri Wakil Bupati, kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Bondowoso Fathur Rozi, Kepala Dinas Pendidikan, jajaran kepala perangkat daerah, camat, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Bondowoso-Situbondo, kepala sekolah, guru pendamping, serta berbagai elemen masyarakat.
Pawai lampion menjadi salah satu agenda pembuka Festival Muharram 1448 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
Melalui kegiatan tersebut, syiar Islam dikemas secara kreatif dan melibatkan generasi muda secara aktif, sehingga perayaan Tahun Baru Islam tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga memberikan nilai edukasi dan penguatan karakter bagi para peserta. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat