Kades Lancar dan IBS PKMKK Bersinergi dalam Membangun Wisata Edukatif-Religius

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Direktur Utama IBS PKMKK Prof. Dr. KH. Achmad Muhlis (kiri) mempersembahkan buku untuk Kades Lancar H. Mohammad Hosli.
Direktur Utama IBS PKMKK Prof. Dr. KH. Achmad Muhlis (kiri) mempersembahkan buku untuk Kades Lancar H. Mohammad Hosli.

 

Pamekasan, JatimUPdate.id - Ada kalanya sebuah jalan tidak hanya menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya, tetapi juga menghubungkan harapan dengan kenyataan, cita-cita dengan peluang, serta masyarakat dengan masa depan yang lebih baik. 

Dalam konteks itulah dukungan Pemerintah Desa Lancar terhadap pengembangan kawasan pendidikan IBS PKMKK layak dimaknai sebagai bagian dari ikhtiar kolektif membangun peradaban. 

Pengaspalan dan pelebaran akses jalan menuju kawasan IBS PKMKK bukan semata pembangunan infrastruktur fisik, melainkan investasi sosial yang memungkinkan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keagamaan, dan transformasi kemanusiaan tumbuh lebih luas dan menjangkau lebih banyak generasi.

Sebagai bentuk penghormatan atas dukungan tersebut, IBS PKMKK menyerahkan secara simbolik beberapa karya intelektual kepada Kepala Desa Lancar.

Buku Membangun Literasi di Bumi Kembang Kuning yang mengisahkan perjalanan dan nilai-nilai Padepokan Kyai Mudrikah, buku Kurikulum Al-Muwahhid: Menyemai Tauhid, Merajut Peradaban, biografi Direktur Utama IBS PKMKK, serta buku Genealogi Kekerasan Remaja dalam Krisis Pendidikan Modern bukan sekadar kumpulan tulisan yang dibukukan.

Karya-karya tersebut merupakan jejak pemikiran, refleksi pengalaman, dan ikhtiar intelektual yang lahir dari keyakinan bahwa perubahan sosial yang berkelanjutan harus dimulai dari pembangunan kesadaran, literasi, dan karakter manusia.

Kemajuan suatu wilayah tidak hanya diukur melalui indikator ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga melalui kemampuan masyarakatnya memproduksi, merawat, dan mendistribusikan pengetahuan.

Karena itu, pertemuan antara pemerintah desa dan lembaga pendidikan memiliki nilai strategis yang sangat penting.

Ketika pembangunan jalan bertemu dengan pembangunan literasi, sesungguhnya yang sedang dibangun bukan hanya akses transportasi, melainkan akses menuju kemajuan peradaban.

Sebab sejarah menunjukkan bahwa pusat-pusat peradaban besar selalu tumbuh di tempat yang memberikan ruang bagi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan untuk berkembang secara berkelanjutan.

“Kolaborasi antara Desa Lancar dan IBS PKMKK mencerminkan hubungan yang saling menguatkan antara ruang geografis dan ruang intelektual,” ujar Direktur Utama IBS PKMKK Prof. Dr. Achmad Muhlis.

Dijelaskan, desa menyediakan tanah tempat akar-akar kehidupan tumbuh, sementara pendidikan menyediakan cahaya yang mengarahkan pertumbuhan tersebut menuju kematangan. Keduanya tidak dapat dipisahkan.

Pendidikan yang kuat membutuhkan dukungan lingkungan sosial yang sehat, sedangkan pembangunan desa yang berkelanjutan membutuhkan kehadiran lembaga pendidikan yang mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas. 

Oleh sebab itu, tegas Ketua Senat UIN Madura itu, sinergi yang terbangun hari ini sesungguhnya merupakan perjumpaan dua kekuatan besar: kekuatan pembangunan masyarakat dan kekuatan transformasi pendidikan.

Keberadaan IBS PKMKK telah melahirkan dinamika sosial baru yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Kehadiran santri, guru, akademisi, tamu dari berbagai daerah, serta berbagai kegiatan pendidikan dan keagamaan menciptakan ruang interaksi yang memperkaya kehidupan sosial masyarakat. 

“Lembaga pendidikan tidak lagi berdiri sebagai entitas yang terpisah dari masyarakat, melainkan menjadi bagian dari denyut kehidupan desa itu sendiri,” ujarnya.

Dalam jangka panjang, hubungan seperti ini akan melahirkan modal sosial yang kuat, memperluas jejaring kolaborasi, serta memperkokoh identitas Desa Lancar sebagai desa yang bertumpu pada pendidikan, kebudayaan, dan nilai-nilai religius.

Dukungan pemerintah desa terhadap lembaga pendidikan memiliki makna simbolik yang sangat mendalam bagi generasi muda. Dukungan tersebut menghadirkan rasa dihargai, diakui, dan diyakinkan bahwa proses belajar yang mereka jalani mendapatkan tempat penting dalam pembangunan masyarakat. 

“Perasaan positif seperti ini akan menumbuhkan optimisme, motivasi berprestasi, serta rasa memiliki terhadap lembaga dan lingkungan tempat mereka tumbuh. Dalam banyak penelitian pendidikan, dukungan lingkungan sosial merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan pembentukan karakter dan pencapaian akademik peserta didik.
Ke depan, IBS PKMKK berharap sinergi yang telah terbangun dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas dan visioner,” kata Kepala Desa Lancar, H. Mohammad Hosli.

Gagasan pengembangan kawasan olahraga sunnah seperti arena memanah, lapangan pacuan kuda, dan fasilitas pembelajaran renang bukan sekadar pembangunan sarana fisik. 

Lebih dari itu, gagasan tersebut merupakan bagian dari desain besar pembentukan generasi yang sehat, tangguh, berkarakter, dan memiliki keterampilan hidup yang seimbang antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan fisik.

Potensi ini membuka peluang lahirnya kawasan wisata edukatif-religius yang unik dan berdaya saing. Desa Lancar memiliki modal sosial, modal budaya, dan modal pendidikan yang tidak dimiliki banyak wilayah lain.

Kehadiran pesantren, tradisi keagamaan yang kuat, budaya literasi yang berkembang, serta lingkungan pedesaan yang masih terjaga memberikan peluang besar untuk menghadirkan model wisata yang tidak hanya menawarkan rekreasi, tetapi juga pengalaman belajar, penguatan karakter, dan penghayatan nilai-nilai spiritual.

“Penyerahan buku-buku tersebut merupakan simbol bahwa pembangunan sejati selalu dimulai dari perjumpaan antara gagasan dan tindakan. Jalan yang dibangun hari ini akan mempermudah langkah manusia menuju pusat-pusat pembelajaran. Sementara buku yang dibagikan hari ini akan membuka jalan bagi lahirnya pemikiran-pemikiran baru yang membimbing perjalanan peradaban. Dan ketika keduanya berjalan beriringan, maka Desa Lancar tidak hanya sedang membangun wilayahnya, tetapi juga sedang menyiapkan fondasi bagi lahirnya masa depan yang lebih berilmu, lebih berbudaya, dan lebih bermartabat,” tukasnya. (rilis/febri/red)