Festival Muharram Jadi Momentum Hijrah UMKM
Pemkab Bondowoso Percepat Sertifikasi Halal Jelang Oktober 2026
Bondowoso, JatimUPdate.id, – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mengakselerasi program sertifikasi halal bagi pelaku usaha menjelang pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026.
Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dimanfaatkan sebagai ajakan bagi pelaku usaha untuk "berhijrah" menuju produk yang telah tersertifikasi halal.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi Sertifikasi Halal "Wajib Halal Oktober 2026" yang digelar di Aula Ijen Raung, Rabu (17/6/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Muharram 1448 Hijriah itu dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi.
Di hadapan puluhan pelaku usaha, pendamping halal, dan stakeholder terkait, Fathur Rozi menegaskan bahwa sertifikasi halal kini bukan lagi sekadar pelengkap produk, melainkan kebutuhan sekaligus kewajiban yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, semangat hijrah yang menjadi makna utama bulan Muharram dapat diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pengembangan usaha.
"Muharram adalah momentum hijrah. Jika selama ini produknya belum memiliki sertifikat halal, maka saatnya berhijrah menuju produk yang sudah memiliki sertifikat halal. Ini bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas usaha dan memberikan rasa aman kepada konsumen," ujar Fathur Rozi.
Ia mengingatkan bahwa tenggat waktu pemberlakuan wajib halal pada Oktober 2026 semakin dekat. Karena itu, pemerintah daerah tidak ingin pelaku usaha di Bondowoso tertinggal atau menghadapi kendala saat regulasi tersebut mulai diterapkan secara penuh.
Untuk itu, Pemkab Bondowoso terus memperkuat langkah percepatan melalui sosialisasi, edukasi, dan pendampingan kepada pelaku usaha, khususnya sektor makanan, minuman, serta produk hasil penyembelihan yang menjadi sasaran utama kebijakan wajib halal.
"Oktober 2026 sudah di depan mata. Kita tidak bisa menunggu sampai mendekati batas waktu. Harus mulai dari sekarang, bersama-sama melakukan percepatan agar pelaku usaha di Bondowoso siap dan tidak mengalami hambatan ketika regulasi ini diberlakukan," katanya.
Fathur Rozi menilai kepemilikan sertifikat halal tidak hanya memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi konsumen, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal.
Menurutnya, konsumen saat ini semakin memperhatikan aspek keamanan, kualitas, dan kehalalan produk. Karena itu, sertifikasi halal dapat menjadi nilai tambah yang memperkuat kepercayaan pasar terhadap produk-produk UMKM Bondowoso.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Bondowoso melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) bersama berbagai pihak terkait terus memperluas layanan pendampingan bagi pelaku usaha.
Upaya tersebut dilakukan agar proses pengajuan sertifikasi halal dapat berjalan lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran.
Melalui pendamping halal yang telah disiapkan, pemerintah juga akan mengoptimalkan pendekatan jemput bola hingga ke tingkat kecamatan untuk memastikan semakin banyak UMKM memperoleh informasi dan pendampingan yang dibutuhkan.
Kegiatan sosialisasi yang diikuti sekitar 50 peserta tersebut diharapkan menjadi langkah awal percepatan sertifikasi halal di Bondowoso.
Para peserta juga didorong menjadi agen informasi yang dapat menyebarluaskan pemahaman mengenai pentingnya sertifikasi halal kepada komunitas usaha yang lebih luas.
Pemkab Bondowoso optimistis, dengan sinergi antara pemerintah, pendamping halal, dan pelaku usaha, target percepatan sertifikasi halal dapat tercapai sebelum Oktober 2026.
Melalui semangat hijrah yang diusung dalam Festival Muharram 1448 Hijriah, pemerintah berharap UMKM Bondowoso tidak hanya berkembang dari sisi produksi dan pemasaran, tetapi juga naik kelas melalui pemenuhan standar halal yang semakin dibutuhkan pasar.
Sebab pada akhirnya, sertifikasi halal bukan hanya tentang kepatuhan terhadap regulasi, melainkan juga tentang membangun kepercayaan, memperluas peluang usaha, dan memperkuat daya saing produk lokal Bondowoso di tingkat regional maupun nasional. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat