Penghuni Rusun Urip Sumoharjo Minta Pemkot Gunakan Bahasa Santun, Desak Adminduk Tidak Dipersulit 

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Agus Sudarsono, dok Jatimupdate.id
Agus Sudarsono, dok Jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id - Komisi B DPRD Surabaya kembali menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait permasalahan Rusun Urip Sumoharjo, pada Rabu (17/6).

Agus Sudarso, perwakilan penghuni Rusun menekanakan dinas terkait Pemkot menggunakan bahasa yang mudah saat berkomunikasi dengan warga.

Pasalnya, kata Agus komunikasi yang dilakukan dinas terkait terkesan mengancam dan kurang elok.

"Jadi teman-teman dinas membuat redaksional itu yang santun. Dimengerti warga, jangan nadanya semacam mengancam, itu yang kurang bagus komunikasi antara Pemkot dengan warga," kata Agus usai RDP.

Agus juga menekankan, dinas terkait juga lebih bijak menangani permasalahan retribusi Rusun Urip Sumoharjo.

Ia meyakini, pembantu Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi banyak yang cerdas dan humanis menyelesaikan berbagai persoalan warga.

"Di Pemkot banyak orang pinter, maka saya yakin untuk ke depan lebih bijak," tuturnya.

Selain itu Agus juga mendesak permasalahan administrasi kependudukan penghuni rusun segara dituntaskan.

Sehingga status kependudukan penghuni rusun sebagai warga kota Pahlawan tidak terkatung-katung.

Pasalnya sebut dia, anak penghuni rusun mayoritas mengalami kesulitan ketika dimasukkan ke dalam kartu keluarga (KK) mereka.

"Jadi kita mohon secepatnya Pemkot menangani dulu masalah kepundukannya," sergahnya.

"Jadi mau masuk tidak bisa, terus kemudian anaknya melahirkan, anak yang punya rusun ya, itu agak susah masuk ke KK, itu kan harus diperbaiki, ada semacam kebijakan, solusi itu," bebernya. (Roy/MR)