Ancaman
Kota Malang, JatimUPdate.id - Wakil Ketua I Bidang Akademik STIP Malang, Anjas Sasana Bahri, S.Pi., M.P., bersama civitas akademika STIP Malang melakukan restocking 10 ribu benih ikan wader di Bendungan Rolak Kedungkandang, DAS Sungai Amprong, Kota Malang, Sabtu (13/6/2026).
Baca juga: Borong Penghargaan, Sekolah Pascasarjana UB Jadi Juara Umum SDGs Award UB 2026
Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Dies Natalis ke-34 STIP Malang sekaligus upaya pelestarian ikan lokal yang semakin terancam keberadaannya.
Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-34 yang jatuh pada 1 Juni 2026, Sekolah Tinggi Ilmu Perikanan (STIP) Malang menggelar kegiatan restocking atau penebaran benih ikan lokal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Amprong, tepatnya di Bendungan Rolak Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (13/6/2026).
Sebanyak 10 ribu benih ikan wader ditebar sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian sumber daya ikan lokal yang keberadaannya semakin terancam akibat berbagai faktor lingkungan dan aktivitas manusia.
Baca juga: OJK Malang Perkuat Perlindungan Sektor Keuangan Digital
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik STIP Malang, Anjas Sasana Bahri, S.Pi., M.P., yang menegaskan bahwa program restocking ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menjaga keberlanjutan ekosistem perairan daratan.
“Berdasarkan hasil riset identifikasi ikan lokal di wilayah Malang Raya, kami menemukan indikasi bahwa keberadaan berbagai jenis ikan lokal semakin terancam. Penyebabnya antara lain pencemaran lingkungan perairan dan praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, seperti penggunaan setrum dan cara-cara merusak lainnya,” ujarnya.
Menurut Anjas, perairan umum daratan seperti sungai, waduk, bendungan, dan kali sesungguhnya menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati yang perlu dijaga bersama.
“Perairan umum daratan kita kaya akan berbagai sumber daya ikan lokal seperti wader, betutu, gabus, sengkaring, dan jenis lainnya. Kekayaan ini harus kita selamatkan keberadaannya agar tetap lestari dan dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan restocking tidak hanya bertujuan meningkatkan populasi ikan di habitat alaminya, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kualitas lingkungan perairan. (fiq/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat