Bondowoso, JatimUPdate.id, – Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i menegaskan bahwa Festival Muharram 1448 Hijriah bukan sekadar perayaan pergantian tahun Islam, melainkan momentum untuk memperkuat karakter dan nilai-nilai keagamaan generasi muda.
Hal itu disampaikan saat membuka Gema Sholawat Pelajar dan Pawai Lampion yang menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Muharram dan Fesyar SAMARA 1448 H di depan Pendopo Raden Bagus Assra Bondowoso, Selasa (16/6/2026) malam.
Menurut As’ad, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi. Karena itu, penguatan moral dan spiritual menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
“Melalui gema sholawat ini, kita menghidupkan syiar Islam dengan penuh kegembiraan, persatuan, dan kebersamaan. Ini menjadi fondasi spiritual yang kuat bagi generasi muda untuk mewujudkan masyarakat Bondowoso yang adil, jujur, dan penuh keberkahan,” katanya.
Baca juga: Kondisi Atmosfer Jadi Penghambat, Guru Besar UIN Madura Bedah Kendala Rukyat Awal Muharram 1448 H
Ia menjelaskan, Festival Muharram tahun ini mengusung tema “Semarak Muharram dan Penguatan Ekonomi Syariah Menuju Bondowoso Berkah.” Tema tersebut diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai keimanan sekaligus mendorong kemajuan daerah melalui pengembangan ekonomi berbasis syariah.
As’ad mengapresiasi keterlibatan 37 lembaga pendidikan yang mengirimkan peserta dalam kegiatan Gema Sholawat dan Pawai Lampion. Menurutnya, partisipasi aktif dunia pendidikan menunjukkan komitmen bersama dalam membangun generasi yang religius dan berkarakter.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum introspeksi dan memperbaiki kualitas diri, baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan sosial.
“Semangat Muharram harus menjadi energi untuk terus memperbaiki diri, memperkuat persatuan, dan bersama-sama membangun Bondowoso yang lebih baik,” ujarnya.
Festival Muharram 1448 Hijriah sendiri akan diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan pelajar, lembaga pendidikan, pelaku usaha, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Editor : Yuris. T. Hidayat