Analisis Lirik “Goresan Pelangi” 7 Kurcaci: Keindahan yang Berakhir Menjadi Luka

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
7 Kurcaci, sumber foto Facebook
7 Kurcaci, sumber foto Facebook

JatimUPdate.id – Lagu Goresan Pelangi milik 7 Kurcaci tidak hanya bercerita tentang putus cinta. 

Di balik perpaduan musik rock dan rap yang menjadi ciri khas mereka, lagu ini menghadirkan kisah tentang seseorang yang berusaha menerima kenyataan orang yang paling dicintainya telah memilih pergi. 

Keindahan yang dahulu menjadi harapan perlahan berubah menjadi sumber luka.

Diksi dalam lagu ini menarik karena memadukan bahasa puitis dengan ungkapan yang lugas. Reff dibuka dengan kalimat, "Goresan pelangi lukiskan keindahan, wajahmu yang menawan seperti bidadari." 

Pelangi digunakan sebagai simbol keindahan, harapan, dan kebahagiaan, sedangkan bidadari menjadi metafora bagi sosok perempuan yang begitu dikagumi. 

Namun keindahan itu langsung dipatahkan oleh kalimat berikutnya, "Tetapi dirimu pergi terbang melayang." Kontras ini menjadi fondasi emosional lagu.

Imaji visual menjadi kekuatan utama. Pelangi, awan, bidadari, hingga gambaran mantan kekasih yang berjalan bergandengan tangan dengan pasangan baru menghadirkan adegan yang mudah dibayangkan. 

Pendengar tidak hanya merasakan kesedihan, tetapi juga melihat bagaimana kenangan itu terus menghantui tokoh dalam lagu.

Gaya bahasa yang digunakan didominasi metafora dan kontras. Paras cantik disandingkan dengan hati yang dianggap tidak seindah wajahnya. 

Kalimat, "Hatimu ternyata tak seindah paras wajahmu," menjadi kritik kecantikan fisik tidak selalu berjalan seiring dengan ketulusan hati. 

Sementara hiperbola seperti "merubah bumi dan langit menjadi hilang" mempertegas betapa besarnya rasa putus asa yang sedang dialami.

Dari sisi ritme, lagu ini menghadirkan dua warna yang berbeda. Reff mengalun lembut dan puitis, sedangkan verse berubah menjadi rap yang panjang, padat, dan emosional. 

Perubahan ritme ini mencerminkan pergulatan batin, di luar tampak mencoba tegar, tetapi di dalam masih dipenuhi amarah, penyesalan, dan kerinduan.

Tema utama Goresan Pelangi adalah kehilangan dan pengkhianatan dalam cinta. Namun, lebih dalam dari itu, lagu ini berbicara tentang sulitnya melepaskan seseorang yang pernah menjadi bagian penting dalam hidup.

Tokoh dalam lagu menyadari hubungan telah berakhir, tetapi kenangan masih terus hidup di dalam pikirannya.

Rasa yang paling dominan adalah rindu, kecewa, penyesalan, dan luka yang belum benar-benar sembuh. 

Bahkan ketika tokoh mencoba menyalahkan mantan kekasihnya, tersirat  ia masih menyimpan harapan untuk kembali. 

Di situlah letak kekuatan lirik ini, kemarahan ternyata hanyalah wajah lain dari cinta yang belum selesai.

Goresan Pelangi bukan cuma lagu patah hati. Lagu ini menggambarkan ironi kehidupan, sesuatu yang pernah terlihat seindah pelangi dapat berubah menjadi kenangan paling menyakitkan. 

Keindahan memang mampu memikat, tetapi tidak selalu menjanjikan kebahagiaan yang abadi. (Roy/Yh)