Situbondo, JatimUPdate.id, – Ratusan kader ‘Aisyiyah memadati Pendopo Rakyat Situbondo pada Ahad (21/6/2026) dalam resepsi puncak Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang digelar Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Situbondo.
Baca juga: Milad ke-109, ‘Aisyiyah Bondowoso Perkuat Peran Perempuan Lewat Pelantikan PCA Tamanan
Sekitar 350 peserta hadir dengan busana khas ‘Aisyiyah bernuansa hijau, cokelat, dan kuning. Momentum tahunan ini sekaligus menjadi penegasan gerakan organisasi perempuan Muhammadiyah dalam memperkuat dakwah kemanusiaan di tengah masyarakat.
Peringatan Milad ke-109 tahun ini mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, yang diwujudkan melalui rangkaian kegiatan sejak Mei 2026 hingga puncak acara di Pendopo Rakyat Situbondo.
Sekretaris Panitia Milad ke-109 ‘Aisyiyah Situbondo, Altur Rosyidah, mengatakan rangkaian kegiatan melibatkan seluruh unsur organisasi, mulai dari tingkat daerah, cabang, ranting, hingga amal usaha pendidikan.
“Rangkaian kegiatan dimulai sejak Mei, mulai dari pemasangan banner milad, manasik haji cilik bersama PD IGABA, pelatihan membaca Al-Qur’an serentak di sejumlah cabang, hingga Festival Anak Aisyiyah Bustanul Athfal (FABA),” ujarnya.
Dalam ajang FABA tingkat wilayah Jawa Timur, Situbondo juga mencatat prestasi dengan meraih peringkat ketiga pada kategori dai cilik.
Kegiatan puncak turut dihadiri berbagai unsur, mulai dari Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Situbondo, unsur Forkopimda, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Situbondo, hingga organisasi otonom Muhammadiyah lainnya.
Ketua PDM Situbondo, Muhammad Samsuri, menilai kiprah ‘Aisyiyah selama ini telah memberi kontribusi nyata dalam gerakan kemanusiaan yang inklusif.
“‘Aisyiyah kiprahnya sudah melewati batas ruang dan waktu, tidak lagi membedakan ras dan diskriminasi dalam setiap langkah kemanusiaan untuk membantu pemerintah. Itu sangat membantu mewujudkan perdamaian,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Situbondo, Husna Laili, menekankan pentingnya sinergi perempuan dalam pembangunan daerah.
Ia menyebut ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Islam yang konsisten berkontribusi dalam bidang dakwah, pendidikan, dan sosial.
“Perempuan memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan. Karena itu, pemberdayaan perempuan harus terus diperkuat untuk mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
Puncak acara ditandai dengan sambutan Ketua PDA Situbondo, Hj. Sumijati, S.Pd. Ia menegaskan bahwa gerakan ‘Aisyiyah berlandaskan nilai Al-Ma’un yang menekankan pentingnya aksi nyata dalam kehidupan sosial.
Baca juga: Heru Subagia Dampingi Anak penulis Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana Lapor Kepolisian
Menurutnya, dakwah ‘Aisyiyah tidak hanya terbatas pada aspek keagamaan, tetapi juga diwujudkan melalui layanan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
Selain sambutan dan penampilan seni, kegiatan juga diramaikan dengan tari, senam Anak Indonesia Hebat, dai cilik, hingga atraksi Tapak Suci oleh peserta didik TK ‘Aisyiyah Situbondo.
Layanan BaksoMu dari Lazismu turut hadir dan menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta yang memadati lokasi kegiatan.
Melalui Milad ke-109 ini, ‘Aisyiyah Situbondo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat dakwah kemanusiaan dalam mewujudkan masyarakat yang damai, inklusif, dan berkemajuan. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat