Jakarta, JatimUPdate.id - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebijakan mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi agar tidak mengalami kenaikan merupakan keputusan yang berada di tangan presiden.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Musyawarah Alim Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di Bangkalan, Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Prabowo menyapa sejumlah menteri Kabinet Merah Putih serta jajaran pimpinan PBNU yang hadir dalam acara tersebut. Saat menyebut nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, tepuk tangan peserta terdengar paling meriah dibandingkan pejabat lainnya.
Menanggapi antusiasme tersebut, Prabowo melontarkan candaan yang langsung disambut tawa ribuan peserta.
Lebih jauh dia mengaitkan sambutan hangat itu dengan kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM subsidi.
"Kenapa tepuk tangannya keras sekali, apa karena harga BBM tidak naik? Yang membuat tidak naik itu presiden," ujar Prabowo disambut gelak tawa hadirin.
Selain menyinggung kebijakan energi, Prabowo juga memuji peran besar Nahdlatul Ulama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, kader dan warga NU memiliki kontribusi luas karena tersebar di berbagai partai politik, lembaga pemerintahan, hingga organisasi kemasyarakatan.
"NU memang hebat, ada di mana-mana. Semua partai ada NU, jadi NU tidak pernah kalah. Kalau belajar politik harusnya dari NU," kata Prabowo.
Presiden juga menyapa sejumlah pejabat negara yang turut hadir dalam acara tersebut, termasuk Panglima TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Kehadiran para pejabat dengan mengenakan kopiah dalam forum NU itu turut menjadi perhatian peserta.
Baca juga: Ngaji Muktamar; Gus Yusuf Chudlori dan Penawar Kebuntuan NU
Dasco Pastikan Gangguan Listrik Tidak Terulang
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan gangguan pemadaman listrik yang sempat dikeluhkan masyarakat tidak akan kembali terjadi dalam waktu dekat.
Pernyataan tersebut disampaikan Dasco usai pemerintah melakukan koordinasi lintas lembaga untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai persoalan yang memicu gangguan pasokan listrik.
Menurut Dasco, DPR bersama pemerintah telah menggelar rapat dengan Kementerian ESDM, PLN, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Kejaksaan Agung guna memastikan langkah pencegahan berjalan optimal.
"Kita urai satu per satu sehingga insya Allah pemadaman listrik itu tidak akan terjadi lagi di minggu-minggu ini dan minggu ke depan," kata Dasco saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).
Pemerintah Waspadai Dampak Gejolak Global
Baca juga: Presiden Prabowo Pesan Agar Pengelolaan Danantara Bisa Berdampak Besar Bagi Masyarakat Luas
Dalam kesempatan yang sama, Dasco juga menyoroti tantangan ekonomi yang muncul akibat ketidakpastian global, termasuk dampak konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.
Menurutnya, pemerintah saat ini tengah berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mempertahankan kepercayaan investor agar gejolak global tidak berujung pada meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Di negara kita ini perang baru dimulai. Perang terhadap PHK yang karena efek dari perang global kemudian merambah ke negara kita. Perang bagaimana kita kemudian sama-sama menjaga supaya kepercayaan investor luar tetap terjaga," ujarnya.
Dasco menilai ada sejumlah pihak yang mencoba membangun narasi bahwa Indonesia sedang menghadapi situasi yang tidak stabil. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi nasional masih cukup kuat untuk menghadapi berbagai tekanan eksternal.
"Tapi kemudian digoreng seolah-olah bahwa kita ini adalah negara yang sedang mengalami saat-saat keruntuhan, padahal tidak demikian," kata Dasco.
Ia menambahkan, pemerintah bersama DPR akan terus mengawal berbagai kebijakan strategis guna menjaga stabilitas ekonomi, melindungi dunia usaha, serta mencegah terjadinya gelombang PHK di tengah dinamika global yang masih berlangsung.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat