Gondanglegi, Malang, JatimUPdate id – Pemerintah Desa Sukorejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, menyelenggarakan kegiatan Rembuk Stunting pada Senin, (29/06/2026), sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung percepatan pencegahan dan penurunan stunting di tingkat desa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan konvergensi stunting sekaligus menjadi forum musyawarah dalam menyusun program prioritas yang akan diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan desa.
Baca juga: Stafsus Mendes PDT Apresiasi TPP Madiun, Dorong Seluruh Desa Naik Status Jadi Desa Mandiri
Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Sukorejo, Lily Alfiatul Jannah, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa stunting merupakan permasalahan yang harus ditangani secara bersama-sama melalui sinergi lintas sektor.
Menurut beliau, keberhasilan pencegahan dan penurunan stunting tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan dari pemerintah desa, keluarga, lembaga kemasyarakatan, kader kesehatan, serta seluruh elemen masyarakat.
Oleh karena itu, melalui forum Rembuk Stunting diharapkan dapat terbangun komitmen bersama dalam menyusun langkah-langkah strategis yang berorientasi pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Kegiatan dihadiri oleh 31 peserta, yang terdiri dari 12 peserta laki-laki dan 19 peserta perempuan. Peserta berasal dari unsur Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Bidan Desa, tenaga kesehatan, Tim Penggerak PKK, Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader Posyandu, tokoh masyarakat, serta unsur terkait lainnya yang memiliki peran dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting.
Dalam forum tersebut disampaikan paparan mengenai kondisi stunting di Desa Sukorejo berdasarkan hasil pendataan dan evaluasi pelayanan kesehatan.
Baca juga: Pra Rembuk Stunting Desa Tegal Mijin Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Wujudkan Generasi Sehat
Pembahasan meliputi kondisi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, keluarga berisiko stunting, pemenuhan gizi, cakupan pelayanan kesehatan, akses sanitasi dan air minum layak, serta perilaku hidup bersih dan sehat.
Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program konvergensi stunting yang telah dilaksanakan sebelumnya guna mengetahui capaian, hambatan, serta peluang perbaikan pada periode berikutnya.
Melalui sesi diskusi dan musyawarah, seluruh peserta secara aktif menyampaikan berbagai usulan dan rekomendasi untuk memperkuat upaya pencegahan stunting.
Beberapa kegiatan yang menjadi prioritas antara lain peningkatan kualitas pelayanan Posyandu, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita yang berisiko, edukasi tentang gizi seimbang dan pola asuh anak, peningkatan akses sanitasi dan air bersih, penguatan kapasitas kader kesehatan, serta peningkatan koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan intervensi spesifik dan intervensi sensitif.
Baca juga: Data Desa Presisi, Memastikan Akurasi, Jadi Kunci Pembangunan Optimal
Hasil Rembuk Stunting menghasilkan kesepakatan bersama mengenai program dan kegiatan prioritas yang akan dimasukkan dalam dokumen perencanaan desa, sehingga pelaksanaan program pencegahan dan penurunan stunting dapat dilakukan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan. Kesepakatan tersebut juga menjadi dasar dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa dan pengalokasian anggaran sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui pelaksanaan Rembuk Stunting ini, Pemerintah Desa Sukorejo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Diharapkan seluruh hasil kesepakatan yang telah dirumuskan dapat diimplementasikan secara optimal sehingga mampu mempercepat penurunan angka stunting, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mewujudkan generasi Desa Sukorejo yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing. (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat