Dari Total 198 Desa, Ada 145 Desa Mandiri, 43 Desa Berstatus Maju

Stafsus Mendes PDT Apresiasi TPP Madiun, Dorong Seluruh Desa Naik Status Jadi Desa Mandiri

avatar Fajar Fuadi
  • URL berhasil dicopy
Dr. M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I., Staf Khusus Kemendesa PDT saat memberikan arahan dalam sarasehan dengan TPP Madiun, DPMD Kabupaten Madiun pada Sabtu (28/06/2026).
Dr. M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I., Staf Khusus Kemendesa PDT saat memberikan arahan dalam sarasehan dengan TPP Madiun, DPMD Kabupaten Madiun pada Sabtu (28/06/2026).

 

Madiun, JatimUPdate.id - Staf Khusus Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDT) Bidang Sumber Daya Manusia dan Hubungan Kelembagaan, Dr. M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I., mengapresiasi kinerja Tim Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Madiun dalam mendukung pembangunan desa.

Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri Sarasehan dan Pengarahan Staf Khusus Kementerian Desa PDT bersama TPP Kabupaten Madiun, Sabtu (27/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Gus Afif, panggilan akrab Dr. M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I., mengungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Madiun mengakui peran strategis TPP dalam mendampingi pembangunan di 198 desa.

Menurutnya, tanpa kehadiran para pendamping, pembangunan desa tidak akan berjalan optimal, terutama mengingat luasnya wilayah Kabupaten Madiun.

Bahkan, pemerintah daerah berharap adanya penambahan tenaga pendamping profesional dengan syarat tetap aktif bertugas di lapangan.

"Bapak dan Ibu sekalian, masalah utama yang dihadapi desa-desa kita memang adalah sumber daya manusia," kata Gus Afif.

Secara khusus dia menilai tema kegiatan yang mengusung semangat menenun, merajut, dan merawat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun desa.

Rangkaian kegiatan tersebut juga dilanjutkan dengan agenda ruatan desa pada malam harinya.

Gus Afif mengajak seluruh TPP melakukan evaluasi terhadap capaian yang telah diraih sekaligus menyusun strategi menghadapi tantangan pembangunan desa pada tahun-tahun mendatang.

Menurut Gus Afif, transformasi pola pendampingan menjadi kebutuhan di tengah perubahan kebijakan pemerintah.

"TPP sebagai tangan panjang Kementerian Desa harus mampu menjembatani sinergi antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten, dan pemerintah pusat. Kita tidak boleh hanya mengawal Dana Desa, tetapi juga harus aktif menerjemahkan program-program unggulan pemerintah pusat," tegasnya.

Saat ini, dari 198 desa di Kabupaten Madiun, sebanyak 145 desa telah berstatus Desa Mandiri, artinya ada 43 desa yang belum berstatus Desa Mandiri.

Gus Afif mendorong agar seluruh desa segera menyusul mencapai status tersebut.

"43 Desa 2026 ini semuanya harus naik status menjadi Desa Mandiri, sehingga 198 Desa seluruhnya berstatus Desa Mandiri," tegas Gus Afif.

Tak hanya itu, Kementerian Desa juga tengah menyiapkan pengembangan desa-desa mandiri menuju Desa Industri yang berbasis pada potensi budaya, pariwisata, dan pendidikan.

Menurut Afif, Kabupaten Madiun memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergali. Selama ini daerah tersebut lebih dikenal sebagai pusat perkeretaapian dimana ada PT Inka yang berpusat di Madiun.

Lebih jauh Madiun juga memiliki kekayaan budaya, destinasi wisata, keanekaragaman hayati, hingga jaringan pondok pesantren yang berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi desa.

"Setiap desa pasti memiliki keunikan dan ciri khas masing-masing. Tugas kita adalah menggali, memperkuat, dan mengembangkan keunikan tersebut agar setiap desa memiliki identitas yang kuat dan tidak tergantikan," ujar Gus Afif.

Lebih dalam Gus Afif berharap seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat kolaborasi dalam membangun desa sehingga desa-desa di Kabupaten Madiun semakin mandiri, berkarakter, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.(ih)