Dari SMAN 1 Tenggarang ke Istana, Langkah Tenang Angelica Menembus Seleksi 119 Ribu Calon Paskibraka

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Angelica Theona Putri (tengah) bersama Kepala SMAN 1 Tenggarang, Ahmad Junaidi
Angelica Theona Putri (tengah) bersama Kepala SMAN 1 Tenggarang, Ahmad Junaidi

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Di sebuah ruang kelas sederhana di SMAN 1 Tenggarang, Bondowoso, papan tulis masih dipenuhi catatan pelajaran seperti hari-hari biasanya.

Tidak ada penanda khusus yang membedakan ruang itu dengan ruang kelas lain pada umumnya.

Namun dari ruang yang tampak tenang itulah, sebuah perjalanan besar bermula.

Namanya Angelica Theona Putri, siswi kelas X SMAN 1 Tenggarang. Dari ratusan ribu pelajar di seluruh Indonesia, ia menjadi pelajar pertama dari Bondowoso yang lolos Seleksi Calon Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2026, setelah bersaing dengan 119.441 peserta dari berbagai daerah.

Di balik angka yang besar itu, tersimpan perjalanan panjang yang tidak banyak terlihat: disiplin yang dijaga, ketenangan yang menjadi kebiasaan, dan proses yang dijalani tanpa banyak sorotan.

Ketenangan yang Menjadi Kebiasaan

Di lingkungan sekolah, Angelica dikenal sebagai sosok yang tidak banyak menonjolkan diri. Ia lebih sering terlihat tenang, fokus, dan menjalani keseharian dengan ritme yang konsisten.

Kepala SMAN 1 Tenggareng, Ahmad Junaidi, S.Ag., M.Pd.I, menyebut karakter itu sebagai bagian dari proses pembentukan dirinya di sekolah.

“Angel itu anaknya tenang, tidak banyak bicara, tapi sangat serius dalam menjalani proses. Disiplinnya kuat dan konsisten dari hari ke hari,” ujarnya.

Menurutnya, capaian yang diraih Angelica tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan melalui proses pembinaan yang berjalan secara perlahan dan berkesinambungan.

119.441 Nama, Satu Jalur Menuju Istana

Seleksi Calon Paskibraka Tingkat Pusat bukan sekadar kompetisi pelajar biasa. Prosesnya berlangsung berlapis, dimulai dari tingkat kabupaten/kota, berlanjut ke provinsi, hingga verifikasi nasional oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Tahun 2026, tercatat 119.441 pelajar dari seluruh Indonesia mengikuti seleksi ini. Mereka datang dengan satu tujuan yang sama: menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera pusaka di Istana Negara pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Setiap tahap seleksi menyaring tidak hanya kemampuan fisik, tetapi juga wawasan kebangsaan, ketahanan mental, disiplin, serta karakter.

Angelica memulai langkahnya dari tingkat Kabupaten Bondowoso bersama sejumlah peserta lainnya dari SMASGA. Dari sana, ia melaju ke tingkat Provinsi Jawa Timur bersama rekannya, Geraldo Alfaz Maulana.

Di tingkat provinsi, konsistensi dan performanya menempatkannya pada posisi teratas kategori putri, hingga akhirnya ia dinyatakan lolos ke tingkat pusat bersama delegasi putra Jawa Timur, Reihan Nifan Arkana.

Suara Pelajar di Tengah Perjalanan

Di tengah perjalanan panjang itu, Angelica menyadari bahwa setiap tahap yang ia lalui bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga proses pembentukan diri.

“Jangan mudah menyerah. Apa pun hasilnya, tetap berusaha dan terus berjuang,” ujar Angelica.

Ia mengaku bersyukur atas dukungan yang diberikan oleh banyak pihak selama proses seleksi berlangsung.

“Dukungan itu sangat berarti bagi saya,” tambahnya.

Hari Ketika Nama Itu Muncul di Layar Kecil

Senin, 22 Juni 2026 menjadi hari yang tidak akan mudah dilupakan.

Pengumuman hasil seleksi disampaikan secara daring oleh BPIP. Tidak ada panggung besar, tidak ada sorak sorai. Hanya layar-layar kecil yang menampilkan nama-nama peserta yang dinyatakan lolos.

Di antara nama-nama itu, tercantum: Angelica Theona Putri.

Sejak saat itu, ia resmi menyandang status sebagai Calon Paskibraka Tingkat Pusat 2026, mewakili Provinsi Jawa Timur di tingkat nasional.

Proses yang Tidak Terlihat

Di balik hasil akhir itu, terdapat proses panjang yang tidak selalu tampak dari luar.

Latihan fisik di bawah terik matahari, pengulangan gerakan baris-berbaris, evaluasi yang terus-menerus, hingga tekanan mental kompetisi menjadi bagian dari keseharian.

Namun semua itu dijalani dengan ritme yang stabil. Tidak tergesa, tidak berlebihan, hanya konsistensi yang dijaga hari demi hari.

Bagi pihak sekolah, proses tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan karakter tidak selalu terlihat dalam hasil instan, tetapi tumbuh perlahan dalam keseharian.

Kebanggaan Sekolah dan Pesan Pendidikan

Kepala SMAN 1 Tenggareng, Ahmad Junaidi, mengaku bangga atas capaian yang diraih Angelica. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses seleksi dari tingkat kabupaten hingga nasional.

“Kami sangat bahagia dan bangga atas lolosnya Angelica ke tingkat nasional. Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan doa dan dukungan,” ujarnya.

Ia menilai, keberhasilan tersebut bukan hanya kebanggaan sekolah, tetapi juga bukti bahwa pelajar dari daerah memiliki peluang yang sama untuk bersaing di tingkat nasional jika dibarengi dengan proses dan kedisiplinan yang konsisten.

“Prestasi ini membuktikan bahwa siswa dari daerah seperti Bondowoso mampu bersaing di tingkat nasional. Semoga ini menjadi inspirasi bagi siswa lainnya,” tambahnya.

Dukungan Keluarga dan Apresiasi Daerah

Di rumah, kabar kelulusan itu disambut haru oleh keluarga. Sang ibunda, Rita, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan yang telah dilalui putrinya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Angel dari tingkat kabupaten hingga nasional,” ujarnya singkat.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lain di Bondowoso.

“Semoga ke depan lahir lebih banyak anak-anak Bondowoso yang bisa berprestasi seperti Angel,” tambahnya.

Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut dan menilai bahwa prestasi ini menjadi bukti kemampuan pelajar daerah untuk bersaing di level nasional.

Menuju Istana Negara

Perjalanan Angelica belum selesai. Statusnya sebagai Calon Paskibraka Tingkat Pusat 2026 menjadi awal dari tahap pembinaan intensif yang akan digelar oleh BPIP.

Ia bersama puluhan peserta terpilih lainnya akan mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan di Desa Bahagia, sebelum bertugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara.

Di sana, mereka akan ditempa dalam disiplin, formasi, dan kesiapan mental sebagai pengibar Sang Merah Putih pada momen paling sakral bangsa.

Dari Tenggarang untuk Indonesia

Dari ruang kelas kecil di Tenggarang, langkah Angelica mengarah ke panggung yang jauh lebih besar. Namun perjalanannya tetap bertumpu pada hal-hal sederhana: ketenangan, disiplin, dan konsistensi yang dijaga setiap hari.

Tidak ada cerita yang tergesa dalam perjalanan itu. Semuanya tumbuh perlahan, seperti waktu yang bergerak di balik jendela ruang kelas setiap pagi.

Dan dari Bondowoso, satu nama kini ikut tercatat dalam perjalanan menuju Istana Negara: Angelica Theona Putri. (ries/yh)