Surabaya,JatimUPdate.id - Ketua PCNU Surabaya Masduki Toha menyesalkan aksi penyampaian aspirasi yang berujung tindakan anarkis dan perusakan fasilitas umum.
Masduki menegaskan NU menghormati kebebasan menyampaikan pendapat. Namun harus bertanggung jawab, bermartabat, dan tetap berada dalam koridor hukum.
Baca juga: NU, Ploso, dan Mandat Kiai Sepuh
"PCNU Kota Surabaya menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang wajib dihormati. Namun, hak tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, menjunjung etika, serta menghormati hak masyarakat lainnya untuk hidup aman, tertib, dan damai," kata Masduki, Senin (29/6).
Ia memaparkan, segala bentuk tindakan anarkis, termasuk perusakan Gedung Grahadi maupun fasilitas umum lainnya, tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.
Ia menjelaskan tindakan merusak fasilitas umum bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga merugikan masyarakat luas yang setiap hari memanfaatkan sarana tersebut.
"Gedung Grahadi maupun fasilitas umum lainnya dibangun dan dipelihara menggunakan uang rakyat. Ketika ada yang merusaknya, sesungguhnya yang dirugikan bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh masyarakat. Merusak fasilitas publik sama saja dengan merusak hasil gotong royong bangsa ini," ujarnya.
PCNU Kota Surabaya juga mengajak seluruh stakeholder, merawat persaudaraan, menjaga persatuan.
Pun mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok maupun golongan.
Di samping ia juga mengajak membangun komunikasi yang baik, membuka ruang dialog, serta menyelesaikan berbagai persoalan melalui jalan musyawarah.
"Surabaya adalah kota perjuangan yang dibangun di atas semangat persatuan dan gotong royong. Jangan biarkan tindakan anarkis merusak nilai-nilai luhur tersebut. Mari kita jadikan demokrasi sebagai ruang untuk berdialog dan mencari solusi bersama, bukan ruang untuk saling merusak ataupun menyebarkan kebencian," tutur Masduki Toha.
Menurutnya, bangsa Indonesia memiliki budaya luhur dalam menyelesaikan persoalan melalui mufakat.
Ia menekankan semangat tersebut terus dijaga agar kehidupan bermasyarakat tetap aman, harmonis, dan penuh kemaslahatan.
Baca juga: Mewaspadai Situasi Yang Abnormal
"PCNU Kota Surabaya kembali menegaskan bahwa demokrasi yang sehat harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hukum, etika, dan kepentingan masyarakat luas," jelasnya.
Sebagai organisasi keagamaan yang berkomitmen menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, PCNU Kota Surabaya akan terus mengajak masyarakat menebarkan kedamaian, memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah.
"Sebagai fondasi membangun bangsa," beber Masduki Toha. (Roy/mmt)
Editor : Miftahul Rachman