Gempa M7,7 Guncang Flores, 40 Orang Meninggal Dunia dan 50 Luka-luka
Flores, JatimUPdate.id, – Korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus bertambah. Hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 17.30 WITA, tercatat 40 orang meninggal dunia dan 50 orang mengalami luka-luka atau luka berat.
Data tersebut merupakan hasil pendataan sementara unsur SAR yang tercantum dalam Laporan Situasi (SITREP) Perkembangan ke-5 penanganan pascagempa bumi M7,7 wilayah Flores, NTT.
Dengan demikian, total sementara korban terdampak yang tercatat mencapai 90 orang.
Namun, data tersebut masih bersifat sementara dan dalam proses verifikasi serta konsolidasi oleh unsur SAR di lapangan.
Manggarai Timur Catat 11 Korban Meninggal
Berdasarkan laporan tersebut, Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah dengan jumlah korban meninggal cukup tinggi.
Di wilayah ini tercatat 11 orang meninggal dunia, tiga orang mengalami luka berat dan 21 orang mengalami luka ringan.
Sementara di Kabupaten Sikka, terdapat tiga orang meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka.
Kabupaten Manggarai Barat mencatat satu orang meninggal dunia serta dua orang mengalami luka berat.
Jumlah korban paling banyak dalam laporan sementara tercatat di wilayah Manggarai, khususnya Reo/Reok, dengan 24 orang meninggal dunia dan 22 orang mengalami luka berat maupun ringan.
Sementara itu, Kabupaten Nagekeo tercatat satu orang meninggal dunia. Untuk Kabupaten Ngada, hingga pembaruan tersebut belum terdapat data korban yang teridentifikasi.
Secara keseluruhan, rekapitulasi sementara mencatat 40 korban meninggal dunia dan 50 korban luka-luka atau luka berat.
Tim SAR Dikerahkan ke Sejumlah Wilayah
Pasca gempa, operasi pencarian dan pertolongan terus dilakukan di sejumlah sektor terdampak.
Tim Rescue Kantor SAR Maumere telah tiba di lokasi dan melaksanakan assessment serta operasi SAR. Tim Rescue Unit Siaga SAR Ende juga telah tiba di sektor penanganan untuk melakukan assessment.
Sementara itu, Tim Rescue Pos SAR Labuan Bajo telah tiba di wilayah Reo, Kabupaten Manggarai, dan langsung melaksanakan assessment serta operasi SAR.
Seluruh tim SAR darat yang sebelumnya diberangkatkan juga telah tiba di sektor masing-masing untuk melakukan assessment, pencarian, pertolongan, dan penanganan korban.
Untuk memperkuat operasi, KN SAR 250 Puntadewa dikerahkan menuju wilayah Nagekeo bersama Tim Rescue.
Koordinasi penanganan terus dilakukan bersama TNI/Polri, BPBD, pemerintah daerah, PMI, BMKG, serta berbagai unsur potensi SAR lainnya.
Helikopter Disiapkan untuk Dukungan Operasi
Dukungan udara juga disiapkan untuk mempercepat proses penanganan di wilayah terdampak.
Helikopter Basarnas HR-3604 telah mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, dan selanjutnya disiapkan untuk mendukung operasi SAR.
Rencana pergerakan helikopter tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan operasi dan kondisi lapangan, dengan rute menuju Labuan Bajo dan selanjutnya Maumere.
Selain itu, dukungan BSG juga disiapkan sebagai bagian dari perkuatan operasi penanganan bencana.
Sejumlah Akses Masih Terganggu
Operasi penanganan korban masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
Laporan sementara menyebut sejumlah ruas jalan terdampak longsoran dan rockfall. Beberapa akses menuju wilayah terdampak juga masih dalam proses penanganan dan pemantauan.
Gangguan jaringan komunikasi masih terjadi di sejumlah wilayah akibat padamnya listrik.
Untuk mendukung komunikasi tim di lapangan, perangkat Starlink digunakan sebagai salah satu sarana komunikasi bagi unsur SAR.
Peringatan Tsunami Telah Berakhir
Sebelumnya, gempa bumi M7,7 tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami yang dikeluarkan BMKG.
Dalam perkembangan terakhir, status peringatan tsunami telah berakhir. Meski demikian, proses pemantauan dan penanganan dampak gempa masih terus dilakukan.
Data korban dan kerusakan juga masih berkembang seiring berlangsungnya assessment di berbagai wilayah.
Hingga pembaruan terakhir, operasi SAR dan assessment dampak gempa masih berlangsung.
Pemerintah dan unsur SAR masih melakukan pencarian, pertolongan, pendataan korban serta penanganan terhadap wilayah yang terdampak.
JatimUpdate.id akan terus memperbarui perkembangan gempa Flores berdasarkan informasi resmi dari instansi berwenang.
Catatan: Data korban dalam berita ini merupakan data sementara berdasarkan SITREP Perkembangan ke-5 Basarnas per 15 Agustus 2026 pukul 17.30 WITA dan masih dalam proses verifikasi serta konsolidasi. (red)
Editor : Redaksi