Surabaya, JatimUPdate.id - Pemimpin Redaksi (Pemred) Disway, Doan Widhiandono, menegaskan bahwa esensi utama dari profesionalisme seorang jurnalis tidak hanya terletak pada selembar sertifikat.
"Melainkan pada rekam jejak dan kualitas karya yang dihasilkan oleh wartawan," tegas Doan.
Baca juga: Perseteruan Wawali Surabaya Vs Madas Berujung Damai, Armuji Minta Maaf
Menurutnya, di tengah disrupsi media dan banjir informasi saat ini, kualitas individu wartawanlah yang menjadi penentu akhir apakah ia layak disebut kompeten atau tidak.
Hal itu ditegaskan Doan di hadapan 21 wartawan yang dinyatakan kompeten di Unitomo, setelah menjalani Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tingkat Muda, Madya, dan Utama angkatan ke-24, Sabtu-Minggu (27-28/6/2026).
Pria yang bergelar doktor itu tidak menampik bahwa ujian sertifikasi atau standardisasi formal penting sebagai pijakan dasar hukum dan administrasi.
Baca juga: PWI Malang Raya Tutup UKW Ke-59, 30 Wartawan Lulus Uji Kompetensi
Namun, Doan mengingatkan agar pemenuhan formalitas tersebut tidak membuat wartawan melupakan substansi utama dari kerja-kerja jurnalistik.
"Pada akhirnya, kualitas andalah yang menentukan kompeten atau tidak! Publik tidak menilai kita dari sertifikat yang dipajang, melainkan dari kedalaman berita, akurasi data, dan integritas yang kita tunjukkan di lapangan," tegasnya.
Doan sendiri merupakan salah seorang Asesor UKW Dewan Pers. Dia bertugas menguji wartawan bersama asesor muda lainnya, yaitu Hairul Anam dari Harian Kabar Madura.
Baca juga: Ketua PWI Jatim : Butuh 30 Tahun, Untuk Menuntaskan UKW Bagi Seluruh Jurnalis di Indonesia
"Industri media bisa berubah, platform bisa berganti dari cetak ke digital atau video. Namun, kebutuhan akan jurnalisme yang berkualitas dan jujur tidak akan pernah mati. Dan itu semua kembali ke kualitas manusianya," tukasnya. (rilis/roy/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat