Kendari, JatimUPdate.id - Bakal Calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030 nomor urut 3, Dr. H. Herman, S.H., LL.M., dinilai menghadirkan visi transformasi perguruan tinggi yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Gagasan tersebut diyakini mampu memperkuat peran UHO dalam mencetak sumber daya manusia unggul sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang berdampak bagi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Penilaian itu disampaikan Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia, Akril Abdillah, yang menilai visi Dr. Herman menjadikan UHO sebagai perguruan tinggi kelas dunia yang inklusif, adaptif, unggul, dan berintegritas sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan pendidikan tinggi sebagai salah satu motor penggerak kemajuan bangsa.
“Dr. Herman menghadirkan visi yang memadukan penguatan kualitas pendidikan, riset, inovasi, dan tata kelola modern. Arah ini sejalan dengan semangat pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, memperkuat hilirisasi hasil riset, serta mendorong perguruan tinggi menjadi motor penggerak pembangunan nasional,” ujar Akril, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, strategi yang ditawarkan Dr. Herman, mulai dari penerapan Outcome-Based Education (OBE), penguatan riset dan inovasi, digitalisasi tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga perluasan jejaring kerja sama nasional dan internasional merupakan fondasi penting untuk meningkatkan daya saing UHO di tingkat global.
Akril juga menilai konsep “Maritim Emas: Berdampak dari Pesisir untuk Indonesia Emas 2045” menjadi identitas yang relevan bagi UHO. Dengan karakter Sulawesi Tenggara sebagai wilayah kepulauan, kampus dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan riset dan inovasi di bidang kemaritiman, kelautan, kawasan pesisir, serta ekonomi berbasis potensi lokal.
“Konsep ini bukan sekadar slogan, tetapi arah pembangunan kampus yang memanfaatkan keunggulan daerah sebagai kekuatan untuk menghasilkan riset dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Inilah peran strategis perguruan tinggi dalam menyukseskan agenda Indonesia Emas 2045,” katanya.
Selain itu, Visioner Indonesia juga menyoroti pandangan Dr. Herman yang menempatkan jabatan rektor sebagai amanah untuk melayani sivitas akademika. Menurut Akril, kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan akan memperkuat budaya kolaborasi, profesionalisme, dan akuntabilitas di lingkungan kampus.
“Pemimpin perguruan tinggi harus mampu menjadi pelayan bagi sivitas akademika sekaligus penggerak perubahan. Kepemimpinan seperti ini dibutuhkan agar UHO semakin kompetitif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.
Visioner Indonesia berharap proses pemilihan Rektor UHO berlangsung secara objektif, transparan, dan mengedepankan kualitas gagasan setiap calon. Organisasi tersebut meyakini kepemimpinan yang visioner akan menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi UHO sebagai perguruan tinggi yang berkontribusi bagi pembangunan daerah, nasional, sekaligus mendukung implementasi Asta Cita Presiden Prabowo menuju Indonesia Emas 2045 (*)
Editor : Redaksi