Blitar, JatimUPdate.id – Sebanyak 17 atlet catur Kota Blitar dari jenjang SD, SMP, dan SMA resmi diberangkatkan mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Jawa Timur di Kabupaten Pacitan pada 8–11 Juli 2026. Pelepasan kontingen dilakukan di halaman Kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar, Selasa (7/7/2026).
Keberangkatan kontingen berlangsung di tengah belum cairnya anggaran pembinaan olahraga dari Pemerintah Kota Blitar kepada KONI. Meski demikian, Percasi Kota Blitar tetap memastikan para atlet bisa tampil di ajang provinsi agar tidak kehilangan kesempatan berprestasi.
Ketua Umum Percasi Kota Blitar, Mohammad Trijanto, SH, MM, MH, menegaskan keputusan memberangkatkan atlet merupakan bentuk tanggung jawab moral organisasi.
"Kami menolak kesempatan berlalu hanya karena urusan administrasi. Atlet-atlet ini sudah berlatih keras dan mereka berhak mendapatkan kesempatan untuk bertanding," ujar Trijanto yang juga Direktur Revolutionary Law Firm.
Pemerintah Kota Blitar melalui Dispora memberikan dukungan berupa satu unit bus menuju Pacitan. Sementara kebutuhan konsumsi, akomodasi, logistik, dan operasional selama kejuaraan ditanggung secara swadaya oleh orang tua atlet, pelatih, pengurus, dan official.
Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama kontingen. Orang tua menyumbangkan berbagai kebutuhan pokok, sedangkan pelatih dan pengurus rela menunda honor demi memastikan seluruh kebutuhan atlet terpenuhi. Trijanto berharap para atlet mampu membawa pulang prestasi sekaligus pengalaman berharga.
Sekretaris Dispora Kota Blitar, Ardian, mengapresiasi semangat atlet dan dukungan masyarakat. Ia mengakui anggaran pembinaan olahraga masih dalam proses administrasi sehingga belum dapat dicairkan.
"Kami mengapresiasi semangat atlet, orang tua, pelatih, dan pengurus Percasi. Kami akan terus mendorong percepatan proses administrasi agar anggaran pembinaan dapat segera direalisasikan," kata Ardian.
Keberangkatan kontingen catur Kota Blitar menjadi bukti bahwa semangat gotong royong mampu mengatasi keterbatasan. Di sisi lain, kondisi ini menjadi pengingat penting agar pencairan anggaran pembinaan olahraga ke depan dapat dilakukan lebih tepat waktu sehingga tidak menghambat persiapan atlet dalam meraih prestasi. (*)
Editor : Redaksi