Surabaya,JatimUPdate.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan sidak ke lapangan bukan untuk kepentingan pencitraan. Namun memastikan kinerja jajaran berjalan sesuai sistem yang telah dibangun.
Belakangan, konten sidak Eri yang viral di media sosial dianggap sebagian publik untuk menyaingi konten Wakil Wali Kota Surabaya Armuji (Cak Ji). Namun, Eri membantah anggapan tersebut.
Baca juga: Viral Driver Ojol Panjat Truk Dishub, Sudinhub Jakarta Timur Minta Maaf
"Saya harus mengontrol anak buah saya. Anak buah saya berjalan atau tidak. Jadi saya berharap dengan saya turun ke lapangan ini maka anak buah saya bisa berjalan, teman-teman Pemkot ini bisa berjalan tanpa saya awasi," kata Eri, di kawasan Yos Sudarso, Senin (13/7).
Menurutnya, yang paling penting bukan sosok wali kota, melainkan birokrasi Pemkot Surabaya yang mampu bekerja secara konsisten.
Eri berharap sidak menjadi cambuk bagi seluruh aparatur Pemkot agar lebih aktif mengawasi kondisi di lapangan.
"Maka saya berharap dengan ini menjadi cambuk, pukulan pada teman-teman Pemerintah Kota Surabaya, sekarang harus turun ke bawah," tuturnya.
Ia mencontohkan masih ditemukannya praktik pungutan liar maupun persoalan parkir liar.
Ia menegaskan parkir liar itu bisa dicegah jika sistem pengawasan berjalan.
"Masak ada pungli meneng ae. Padahal sistem ini berlaku. Ada parkir yang di Jalan Tunjungan enggak ada izinnya, kok diam saja. Ini berarti apa? Sistemnya harus berjalan," tegasnya.
Maka dari itu, Eri mengaku tetap turun untuk memastikan sistem yang telah dibangun diterapkan oleh jajarannya.
"Sekarang sistem sudah terbentuk. Saya harus turun ke lapangan untuk ngecek, benar enggak berjalan. Makanya jangan kaget kalau ada yang tidak menjalankan, saya ganti pimpinannya," katanya.
Namun saat disinggung konten tersebut untuk kepentingan 2029, Eri menjawab jabatannnya sudah tuntas.
Baca juga: Homeless Media dan Penulis Independen
"Awak dewe wes buyar 2029," sergahnya.
Ketika dicecar konten itu untuk kepentingan Pemilihan Gubernur Jawa Timur, Eri malah mengisyaratkan itu hanya kabar burung.
"Isu-isu," kata Eri. (Roy/Yh).
Editor : Yuris. T. Hidayat