Surabaya,JatimUPdate.id - Ketua Fraksi PDIP Surabaya, Budi Leksono atau yang akrab disapa Buleks menerima kunjungan Komunitas Gelora Juang Surabaya mengunjungi DPRD Surabaya, pada Selasa (14/7).
Selama dialog peserta aktif melontarkan pertanyaan seputar kedewanan, peran partai politik (Parpol), hingga tantangan seorang pemimpin dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Baca juga: Kembalikan Nama Baik Lurah Forum RTRW Tambak Wedi Layangkan Surat RDP ke DPRD
Buleks menegaskan DPRD merupakan lembaga yang terbuka bagi masyarakat, termasuk generasi muda yang ingin memahami politik secara langsung.
"Di dalam gedung dewan ini kita terbuka. Tidak ada yang ditutupi. Teman-teman tadi sangat antusias mengikuti pembekalan. Kami menyampaikan tentang kinerja, karya-karya dewan, termasuk perda yang telah dihasilkan," tutur Buleks
"Mereka juga banyak bertanya bagaimana caranya bisa menjadi anggota dewan, bagaimana masuk organisasi, masuk partai politik, sampai kriteria seorang pemimpin," ujar Buleks.
Menurutnya, keterbukaan legislatif kepada publik sangat penting dilakukan untuk menghapus stigma negatif bagi masyarakat.
Baca juga: Pembuktian Pansus Air Limbah di Tengah Bayang-Bayang Raperda Mangkrak
Ia menjelaskan setiap kebijakan yang dibahas DPRD selalu mempertimbangkan berbagai kepentingan
Sehingga kata Buleks tidak bisa dilihat hanya dari satu sudut pandang.
"Masyarakat sering melihat ketika ada hearing atau diskusi antara investor dengan rakyat. Tinggal dari sudut pandang mana melihatnya. Padahal dewan harus memberikan wawasan dalam mengambil kebijakan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Tidak semua dewan itu selalu buruk," katanya.
Baca juga: Pimpinan DPRD Surabaya Minta Penggodokan Raperda Tuntas 30 Hari atau Dikembalikan!
Pendiri Komunitas Gelora Juang, Sultan W. Rabbani atau akrab disapa Dhani, mengungkapkan komunitas tersebut lahir dari kegelisahan sejumlah anak muda yang ingin belajar politik secara langsung, bukan hanya melalui teori.
Menurutnya, pendidikan politik yang dibutuhkan generasi muda harus berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat, bukan mengejar kepentingan praktis.
"Kita belajar bahwa politik bukan hanya teorinya, tetapi juga praktiknya dan bagaimana memperjuangkan kepentingan masyarakat. Sebagai generasi muda, kita harus berperan, bukan hanya baperan," tegasnya. (*)
Editor : Miftahul Rachman