Jember, JatimUpdate.id - Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan komitmennya untuk menjamin pelayanan kesehatan gratis yang adil dan berkeadilan bagi seluruh warga Kabupaten Jember.
Hal tersebut di sampaikan saat menggelar Bunga Desaku di Kecamatan Pakusari pada Senin(20/7/2026).
Hal tersebut hadir juga beberapa jajaran OPD dan beberapa Camat.
Di bawah visi Jember Baru Jember Maju, Bupati menekankan bahwa tidak boleh ada lagi warga Jember yang menahan sakit di rumah hanya karena masalah biaya.
Dalam pernyataannya, Muhammad Fawait yang akrab di sapa Gus Bupati, menyuarakan aspirasi masyarakat mengenai jaminan mutu pelayanan, terutama bagi peserta program kesehatan gratis agar tidak mendapat perlakuan diskriminatif dari pihak fasilitas kesehatan (faskes).
Pelayanan dan Obat-obatan Dipastikan Sama
Gus Bupati menegaskan langsung kepada jajaran pimpinan faskes, salah satunya Direktur RSUD Kalisat, Nurullah Hidajahningtyas,
untuk memastikan kualitas tindakan medis maupun obat-obatan yang diberikan kepada pasien gratis tidak dibedakan dari pasien berbayar.
"Pelayanan dan obat-obatan tidak boleh dibedakan, baik yang gratis maupun berbayar. Infus tetap infus medis, bukan diganti cairan lain. Perbedaan standar hanya terletak pada kelas kamar jika pasien memilih perawatan VIP secara mandiri," ujar Gus Gus Bupati.
Baca juga: KAUJE FEST 2026 Digelar di Jember, Dukungan dari Tapal Kuda Mulai Mengalir
Direktur RSUD Kalisat, Nurullah Hidajahningtyas,menyampaikan ketika di tanya oleh Gus Bupati di depan masyarakat yang hadir di agenda Bunga Desaku.
"Tidak dibeda bedakan untuk pelayanannya, Gus."Ujar Nurullah.
Gus Bupati menegeskan untuk tidak membedakan jenis obatnya baik pasien VVIP maupun pasien kamar biasa.
Baca juga: Kini, Jember Punya Klinik CPMI Dengan Biaya Murah
"Izin melaporkan Gus, Untuk obatnya tidak dibedakan antara gratis maupun yang berbayar,"Kata Nurullah Direktur RSUD Kalisat.
Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat Lewat 'Wadul Gus Fawait'
Menyadari keterbatasan pemerintah daerah dalam mengawasi seluruh Rumah Sakit dan Puskesmas secara langsung setiap saat,Gus Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut aktif melakukan pengawasan (social control).
Jika warga menemukan tindakan diskriminatif, pelayanan yang kurang baik, atau alur birokrasi yang berbelit-belit saat berobat, masyarakat diimbau untuk tidak takut melapor ke layanan Aduan wadul Gus,e.
Dengan sinergi antara pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, Pemkab Jember berharap seluruh pelayanan kesehatan masyarakat dapat berjalan transparan, ramah, dan tepat sasaran. (Sund)
Editor : Redaksi