Sidoarjo Bidik STBM Paripurna, Tim Provinsi Verifikasi Penerapan Sanitasi di 12 Desa

Reporter : Imam Hambali
Ada 12 desa yang diverifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar oleh Tim Verifikator STBM Provinsi Jawa Timur di sejumlah wilayah.

 

Sidoarjo, JatimUPdate.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas pencemaran.

Baca juga: Dinkes Sidoarjo Perkuat Skrining dan Pendampingan ODHIV, Klarifikasi Data Pelajar Terjangkit HIV

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui verifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar oleh Tim Verifikator STBM Provinsi Jawa Timur di sejumlah wilayah.

Verifikasi tersebut berlangsung di enam kecamatan dengan total 12 desa dan kelurahan sebagai lokasi sampel. Wilayah yang dinilai meliputi Desa Sidokepung dan Wadungasih (Kecamatan Buduran), Desa Tambak Sumur dan Tambak Sawah (Waru), Desa Pabean dan Sedati Agung (Sedati), Desa Ketapang dan Putat (Tanggulangin), Desa Candipari dan Glagaharum (Porong), serta Desa Jati Alun-alun dan Temu (Prambon).

Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, mengatakan capaian sanitasi yang diraih saat ini merupakan hasil kerja sama pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, setelah berhasil meraih status Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan pada 2024, Sidoarjo kini menargetkan pencapaian STBM Paripurna.

"Dari total 604.048 kepala keluarga di Sidoarjo, sebanyak 308.789 kepala keluarga telah disurvei dan hasilnya 100 persen berstatus ODF. Ini menjadi modal penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," ujar Fenny saat rapat koordinasi STBM di Kantor Setda Sidoarjo, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, capaian sanitasi di Sidoarjo juga menunjukkan perkembangan positif pada berbagai indikator lainnya. Sebanyak 99,78 persen rumah tangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga yang aman, 95,43 persen telah mengelola sampah rumah tangga dengan baik, sementara 73,6 persen rumah tangga telah memiliki sistem pengelolaan air limbah domestik.

Baca juga: Memprihatinkan Sekolah Rusak di Pesisir Jabon, Pemkab Sidoarjo Janji Rehabilitasi 

Meski demikian, Fenny mengakui masih diperlukan kerja keras agar seluruh indikator STBM dapat mencapai angka 100 persen. Menurutnya, keberhasilan program sanitasi tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor atau pendekatan hexahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, media, dan komunitas.

"Sanitasi bukan sekadar persoalan kesehatan. Ini juga berkaitan dengan lingkungan, pembangunan infrastruktur, pendidikan, hingga perubahan perilaku masyarakat. Karena itu, sinergi semua pihak sangat dibutuhkan," katanya.

Sementara itu, Tim Verifikator STBM Provinsi Jawa Timur mengapresiasi berbagai capaian yang telah diraih Kabupaten Sidoarjo dalam bidang sanitasi. Setelah dinyatakan ODF pada 2024, Sidoarjo berhasil meraih Juara I STBM Award Tingkat Pratama Nasional pada tahun yang sama, kemudian kembali memperoleh Juara I STBM Award Tingkat Madya Nasional pada 2025.

Baca juga: Sorotan Pembelian Seragam Siswa Baru di Sidoarjo, Pengamat Nilai Pengawasan Masih Lemah

Prestasi tersebut menjadi modal penting bagi Sidoarjo untuk melangkah menuju kategori STBM Paripurna. Sejalan dengan itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 2026 mendorong seluruh kabupaten dan kota mempercepat pemenuhan lima pilar STBM secara menyeluruh.

Dalam proses verifikasi, tim tidak hanya melakukan pemeriksaan administrasi, tetapi juga turun langsung ke permukiman warga untuk memastikan penerapan lima pilar STBM benar-benar dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. 

Penilaian lapangan dilakukan guna memastikan budaya hidup bersih dan sehat telah menjadi kebiasaan masyarakat, sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan mencegah penyakit berbasis lingkungan.(ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru