Presiden Prabowo Subianto Terima Meninves Yang CEO Danantara Rosan Roeslani Dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

avatar Yuris. T. Hidayat
  • URL berhasil dicopy
Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara. (Foto Fric for JatimUPdate.id)
Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara. (Foto Fric for JatimUPdate.id)

Jakarta, JatimUPdate.id - Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara di kediaman Hambalang, Jawa Barat, Jumat, (4/09/2026).

Pertemuan dengan CEO Danantara dan Menteri ESDM itu merupakan agenda pertama Presiden Prabowo Subianto setelah mendarat dari kunjungan kerja di Rusia.

Seperti diketahui bahwa pertemuan itu membahas sejumlah agenda strategis, khususnya terkait percepatan hilirisasi serta penataan dan perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah hal, antara lain:

1. Percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat investasi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia.

2. Perkembangan pelaksanaan instruksi Presiden terkait penataan dan perampingan BUMN. Hingga saat ini, sebanyak 290 BUMN telah ditutup dan langkah tersebut diklaim telah menghemat anggaran negara hingga Rp50 triliun.

3. Pemerintah menargetkan penutupan sedikitnya 700 BUMN lainnya hingga akhir Desember 2026 sebagai bagian dari proses perampingan dan konsolidasi BUMN.

4. Melalui restrukturisasi BUMN tersebut, diproyeksikan dapat menghasilkan efisiensi anggaran hingga Rp100 triliun.

Secara khusus Presiden Prabowi menegaskan pentingnya penataan BUMN dilakukan secara terukur dan menyeluruh.

"Langkah ini untuk menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional," kata Presiden Prabowo sebagaimana dikutip dari Siaran Pers Seskab pada Sabtu (5/09/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (rilis/yh/ya)