Bedah Rumah Mbah Sojo Tuntas, Bupati dan Kapolres Hadiri Peresmian

Reporter : Fajar Fuadi
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyerahkan replika kunci rumah kepada Mbah Sojo didampingi Bupati Nganjuk Marhaen Junaidi serta Ketua PWI Nganjuk Bagus.

 

Nganjuk, JatimUPdate.id - Program bedah rumah yang digagas oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nganjuk telah tuntas dilaksanakan, dan diresmikan pada Kamis (22/7/2026).

Baca juga: PWI Jatim Dukung PWI Malang Raya Laporkan Hotman Paris ke Polresta Malang Kota 

Bedah rumah kali ini menyasar Sojo (66) warga Desa Sugihwaras Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk, seorang lansia yang hidup sebatangkara dalam rumah reot.

Program ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara PWI Nganjuk bersama Polres Nganjuk, Pemkab Nganjuk, Baznas Nganjuk, Komunitaa Nganjuk Peduli, PLN ULP Nganjuk, PLN UP3 Mojokerto, dan PDAM Trita Wilis Nganjuk.

Ketua PWI Nganjuk, Bagus Jati Kusumo mengatakan, program ini sengaja dihadirkan sebagai wujud kepedulian semua pihak terhadap masyawarakat Nganjuk yang dinilai membutuhkan bantuan.

"Bedah rumah ini sengaja kita laksanakan karena kita melihat Mbah Sojo ini membutuhkan uluran tangan. Saya ucapkan terima kasih kepada Polres Nganjuk, Pemkab Nganjuk, Dinas Perkim, Baznas Nganjuk, Nganjuk Peduli, PLN ULP Nganjuk dan UP3 Mojokerto, dan PDAM Nganjuk," ujar Bagus.

Bagus berharap, program bedah rumah ini dapat memberikan manfaat nyata bagi penerima manfaat, sehingga dapaf meringankan beban hidupnya selama ini.

Sementara itu Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak atas terselenggaranya program bedah rumah ini dengan baik.

"Bedah rumah yang diinisiasi PWI sama Pak Kapolres ini betul-betul luar biasa. Saya atas nama Bupati Nganjuk terima kasih kepada semuanya," kata Bupati.

Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen itu menyoroti pentingnya kolaborasi, seperti yang terjadi pada pelaksanaan program bedah runah ini.

Baca juga: PWI Pusat Minta Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan, Tegaskan Martabat Pers Harus Dihormati

Menurutnya, kolaborasi semua elemen menjadi hal penting yang harus selalu dilakukan dalam mewujudkan pembangunan daerah Kabupaten Nganjuk.

"Nganjuk memang butuh kolaborasi semuanya. Seperti kegiatan ini, dari PWI kolaborasi dengan Polres dan didukung oleh yang lain-lain, ada dari Baznas, PLN, ada dari PDAM dan pendukung-pendukungnya banyak," kata Kang Marhaen.

Sementara itu, penerima manfaat, Sojo (66) mengaku tak bisa berkata-kata setelah melihat hasil program bedah rumah yang diberikan kepadanya.

Sojo dengan penuh rasa syukur mengungkapkan bahwa kondisi rumahnya saat ini jauh lebih baik dibanding saat sebelum mendapatkan bantuan beda rumah.

"Aduh saya tidak bisa berkata-kata. Rumahnya bagus sekali, sangat beda dengan kondisi sebelum dibangun dulu. Terimakasih Pak Bupati, Pak Kapolres, PWI dan semuanya," kata Sojo.

Baca juga: PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

Sebelumnya, selama 20 tahun Sojo hidup dalam sebuah rumah yang nyaris roboh tanpa akses listrik dan air yang memadahi untuk memenuhi kebutuhannya.

Dengan hadirnya program bedah rumah ini, kondisi rumah Sojo yang reot kini telah berdiri kokoh dengan bentuk yang jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

Tak hanya bangunan rumahnya yang baru, Sojo kini mendapatkan akses air bersih dan listrik berkat kerjasama yang baik dari PDAM Nganjuk dan PLN Nganjuk dalam progeam bedah rumah ini.

Dalam kegiatan peresmian ini, Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan turut memberikan bantuan sosial berupa paket sembako kepada 50 warga Desa Sugihwaras yang membutuhkan. (rilis/ff/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru