Dari Lahan Gersang ke Panggung Internasional: Kolaborasi Epik BUMDes Citra Mandiri Desa Arjasa Jember.
Arjasa, Jember, JatimUPdate.id – Inovasi pengelolaan potensi desa di Kabupaten Jember kembali mencatatkan torehan yang membanggakan.
Kali ini, kolaborasi apik antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Citra Mandiri Desa Arjasa dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (Unej) sukses memantik perhatian dunia akademik internasional dari Universiti Kebangsaan Malaysia.
Senin (7/9), Desa Arjasa menjadi tuan rumah sebuah perhelatan lintas negara bertajuk "Kegiatan Inisiasi Partisipasi Masyarakat Melalui Community Engagement Untuk Pengembangan Desa Wisata Adat Arjasa".
Acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata sinergi "Pentahelix" antara Pemdes Arjasa, akademisi FISIP Universitas Jember, dan IKMAS Universiti Kebangsaan Malaysia (National University of Malaya).
Menyulap Lahan Gersang Menjadi Primadona Wisata.
Transformasi Desa Arjasa rupanya menyimpan cerita panjang yang inspiratif. Camat Arjasa, R.D. Abdul Kadir, S.IP., menceritakan bahwa capaian gemilang ini bukanlah hasil instan yang didapat dalam semalam.
"Desa Arjasa ini sangat inovatif. Mereka mampu menyulap lahan gersang yang sudah tidak terawat menjadi potensi wisata unggulan melalui tangan BUMDes. Hasil kerja keras ini ternyata mampu menembus panggung kebangkitan ekonomi nasional, bahkan kini hingga ke level internasional," ungkap Pria yang akrab dipanggil Pak Ading ini dengan bangga.
Pernyataan itu diamini oleh Ketua BUMDes Citra Mandiri, Rizal Firmansyah. Di hadapan para delegasi negara tetangga, Rizal memaparkan secara komprehensif profil potensi desa wisata tersebut.
"Pengelolaan kami tidak hanya bertumpu pada satu titik, melainkan ekosistem terpadu. Mulai dari berbagai jenis usaha pariwisata desa, pelestarian adat dan budaya lokal, hingga menghidupkan napas UMKM masyarakat sekitar," jelasnya.
Alasan Malaysia "Berguru" ke Jember.
Di sinilah letak daya tarik analitik dari kolaborasi ini. Keberhasilan BUMDes Citra Mandiri mengelola wisata berbasis masyarakat justru menjadi barang langka di Malaysia.
Prof. Eby Hara, Ph.D, yang hadir mewakili Dekan FISIP Unej, Suyani Indriastuti, S.Sos., M.Si., Ph.D., menilai langkah Desa Arjasa sangat layak menjadi role model percontohan di kawasan Asia Tenggara.
Menurutnya, potensi pelestarian desa adat dan kesenian komunal yang dikelola mandiri oleh warga seperti ini relatif tidak ada di Malaysia.
Hal senada diakui secara blak-blakan oleh delegasi Universiti Kebangsaan Malaysia.
Tiga akademisi yang hadir, yakni Prof. Dr. Kamarulnizam Abdullah, Dr. Haris Jaharudin, dan Dr. Muhamad Faliq Razak, menyebut bahwa kedatangan mereka ke Jember adalah untuk belajar tata kelola.
"Di Malaysia, potensi wisata sepenuhnya dikelola oleh pihak swasta dan nyaris tidak ada intervensi pengelolaan dari pemerintah, apalagi kemandirian warga desa," papar perwakilan delegasi Malaysia tersebut.
"Arjasa menjadi tempat belajar yang ideal bagi kami. Sebab, di Malaysia kita umumnya hanya berbicara soal 'produk desa', namun kehilangan sentuhan pada aspek 'potensi pengelolaan' oleh masyarakat itu sendiri."
Kebanggaan Ekosistem Pendamping Desa
Kesuksesan BUMDes menembus pasar internasional ini tentu tak lepas dari dukungan penuh ekosistem di baliknya.
Kepala Desa Arjasa, Wasi'a, bersama seluruh jajaran perangkat desanya tampak antusias dan menyambut hangat para tamu negara.
Dukungan strategis juga disuarakan oleh Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Jember, Ennik Yudhayanti, S.T.
Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi kerja sama antarnegara yang dimotori oleh BUMDes Citra Mandiri. Senada dengan hal itu, Bagus Efrilian, S.Sos., Fungsional PSM yang hadir mewakili DPMD Kabupaten Jember, turut mengutarakan rasa bangganya atas inisiasi brilian yang dilakukan oleh Pemdes dan BUMDes Arjasa.
Namun, di antara para hadirin, rona bangga yang paling kentara mungkin terpancar dari wajah Edy Susanto, ST., selaku Koordinator Kecamatan TPP Arjasa.
Sebagai sosok pendamping yang ikut membidani lahir dan bertumbuhnya BUMDes Citra Mandiri sejak awal, momen ini menjadi pembuktian nyata bahwa desa yang dikelola dengan sungguh-sungguh bisa berdiri sejajar dengan dunia luar.
Pada akhirnya, community engagement yang terjalin antara Desa Arjasa dan Universitas Jember memberikan satu kesimpulan penting: ketika kearifan lokal masyarakat desa diperkuat dengan pendampingan analitis dari perguruan tinggi, hasilnya bukan sekadar destinasi wisata biasa, melainkan laboratorium sosial yang menginspirasi dunia. (mmt/yh)
Pewarta : Dapit Yusra Kusuma, S.Sos, M.M. (Alumni Fisip Universitas Jember dan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa Kab. Jember)
Editor : Yuris. T. Hidayat