Surabaya,JatimUPdate.id - Kabid Bangunan Gedung DPRKPP Kota Surabaya, Harindrayana, menjabarkan revitalisasi 16 pasar tradisional di kota Pahlawan menelan anggaran Rp20 miliar.
Ia menegaskan revitalisasi fokus pada perbaikan infrastruktur vital agar kondisi pasar tidak lagi kumuh dan becek.
Baca juga: Pemkot Surabaya Modernisasi 16 Pasar Tradisional, Dua Pasar Masuk Tahap Finishing
"Program revitalisasi ini, tidak membangun gedung baru secara keseluruhan, melainkan berfokus pada rehabilitasi skala sedang hingga besar pada empat aspek utama," tuturnya, kepada media, baru-baru ini.
Ia menyebut renovasi nantinya akan menyasar atap bangunan yang sudah lapuk, berkarat, atau rawan roboh.
Pun pembaharuan lantai pasar agar tidak kumuh dan becek.
Baca juga: Di Balik Gelar Puteri Kebaya Indonesia, Ghifara Masih Berjuang Biaya ke Malaysia
“Untuk lantai kita menggunakan keramik atau material floor hardener agar mudah dibersihkan dan tidak meresap air,” kata Harindrayana.
Ia menambahkan, renovasi pasar juga menyasar akan perbaikan drainase agar genangan air tidak mengendap.
Selain itu, renovasi juga akan menata dan merapikan stan pedagang agar lebih teratur dan bersih.
Baca juga: Kepastian Hukum di Balik Legitimasi Kuliner Legendaris
Sebab publik menganggap pasar tradisional identik dengan kumuh, becek, dan atap lapuk.
"Maka kita ganti dengan keramik juga standnya. Lewat rehab ini lantai disesuaikan agar air tidak meresap dan saluran air dibenahi agar lancar,” pungkasnya. (*)
Editor : Miftahul Rachman