Surabaya,JatimUPdate.id - Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono menekankan revitalisasi 16 pasar tradisional di kota Pahlawan sedianya tanpa menggunakan dana APBD.
"Kami mengharapkan revitalisasi pasar ini yang dari DPRKPP itu harusnya 0 APBD atau 0 Rupiah," kata Baktiono, Senin (3/8).
Baca juga: Cak Yo Dorong Tiap Kelurahan Punya Mini Excavator untuk Cegah Banjir
Menurutnya Pemkot melalui dinas terkait dapat menggandeng pihak swasta seperti pembangunan Pasar Tambak Rejo dan Wonokromo.
Baktiono menyebut kerjasama dengan pihak ketiga dapat dilakukan dengan sistem build operating transfer atau BUT.
"Dan seharusnya ada pasar-pasar lain yang 0 APBD," urai Baktiono.
Legislator PDI Pejuangan itu meyakini kerjasama dengan pihak ketiga banyak manfaatnya.
Baca juga: Jaga Kondusivitas Kota, Komisi A Dorong RTRW hingga Camat Deteksi Dini Gangguan Keamanan Masyarakat
Sebab pihak swasta akan membangun pasar itu menjadi pasar modern yang menguntungkan bagi pedagang.
"Itu akan banyak mendatangkan manfaat seperti pasar tambak rejo atau kapas kerampung dan Wonokromo," beber Baktiono
Sebelumnya, Kabid Bangunan Gedung DPRKPP Kota Surabaya, Harindrayana, menjabarkan revitalisasi 16 pasar tradisional di kota Pahlawan menelan anggaran Rp20 miliar.
Baca juga: Ajeng Wira Wati Tinjau Sekolah Rakyat, Optimis Surabaya Bebas Anak Putus Sekolah
Ia menegaskan revitalisasi fokus pada perbaikan infrastruktur vital agar kondisi pasar tidak lagi kumuh dan becek.
"Program revitalisasi ini, tidak membangun gedung baru secara keseluruhan, melainkan berfokus pada rehabilitasi skala sedang hingga besar pada empat aspek utama," tuturnya, kepada media. (Roy/mmt)
Editor : Miftahul Rachman