Pagar Tinggi Mal: Komisi B Sebut Pengusaha Was-was Isu Kerusuhan, Lindungi Aset 

Reporter : Ibrahim
Mochamad Machmud, dok Jatimupdate.id

Surabaya, JatimUPdate.id -Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud, menyebut fenomena pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal kota Pahlawan merupakan bentuk kekhawatiran akan isu kerusahan. 

"Itu memang wujud dari kekhawatiran yang amat sangat, adanya isu Agustus ini akan ada kericuhan," kata Machmud, Selasa (4/8).

Baca juga: Revitalisasi Pasar Baktiono Minta Pemkot Gandeng Swasta Tak Gunakan Dana APBD

Legislator Demokrat itu menyebut, isu kerusuhan tersebut membuat pengusaha was-was.

Sehingga lanjut Machmud pengusaha membikin pagar tinggi untuk melindungi asetnya. 

"Isu itu mempengaruhi, mereka antisipasi terhadap hartanya, terhadap asetnya," papar Machmud.

Berdasarkan pantauannya, tinggi pagar di mal tersebut hingga mencapai 2 meter. Bahkan di ujungnya dibikin runcing.

Machmud mengingatkan pemasangan pagar tinggi mal seolah membenarkan isu kerusuhan pada bulan Agustus ini.

Baca juga: PKS-Golkar Kompak Soroti Kebocoran Parkir dan Aset Pemkot Surabaya

Padahal tambah Machmud pemerintah sudah melakukan antisipasi terhadap isu yang belum tentu benar tersebut.

"Dibuktikan saja ada atau tidak kerusuhan yang sudah diantisipasi oleh pengusaha itu. Saya melihat ada kekhawatiran aset-aset mereka," beber Mochamad Machmud.

Sementara Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah melakukan koordinasi dengan pengelola mal di Kota Pahlawan.

Baca juga: Komisi B DPRD Surabaya Mediasi Polemik Arisan Meow, Anggota Tagih Dana Miliaran

Eri menyarankan pengelola mal agar tidak membuat pagar yang terlalu tinggi. 

Menurutnya, jika pagar ditinggikan, maka akan mengurangi estetika. Selain itu, ia juga memastikan soal keamanan dan kenyamanan pengunjung mal. 

“Jadi insyaallah nanti kami koordinasikan, yang saya ingin ketika ada pagar itu ada, orang jalan itu semakin terang, tidak terlalu tinggi yang mencerminkan orang itu merasa takut gitu. Padahal kota Surabaya ini aman,” kata Wali Kota Eri, Senin (3/8). (Roy/mmt)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru