Jayapura, JatimUPdate.id - Kasus dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, terus menjadi perhatian.
Hingga Kamis (6/8/2026), tercatat 527 orang mengalami keluhan, mulai dari balita, siswa PAUD, SD, SMP, hingga sejumlah orang tua.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Papua, dr. Berii Wopari, mengatakan kondisi para pasien berangsur membaik. Namun, mereka masih menjalani observasi.
"Kasus-kasus akut sudah jauh berkurang dibandingkan hari pertama dan kedua. Penambahan kasus baru juga sudah sangat menurun," kata Berii.
BGN Suspend Dapur MBG
Merespons kejadian tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional dapur MBG yang dikelola Yayasan Kasih Iman Samuel Papua.
Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI Trenggono, mengatakan penghentian dilakukan karena dapur tersebut diduga tidak memenuhi standar kebersihan dan fasilitas pendukung.
"Sesuai SOP, kalau ada siswa keracunan maka kita suspend, apalagi jumlahnya besar seperti ini," ujarnya.
Hasil investigasi awal menemukan kondisi dapur yang dinilai tidak higienis. Selain itu, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga disebut belum memenuhi ketentuan.
BGN bahkan membuka kemungkinan menjatuhkan sanksi suspend permanen apabila pelanggaran yang ditemukan terbukti fatal.
Polisi Periksa Sampel Makanan
Polres Jayapura melalui Satreskrim juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di dapur MBG dan rumah koordinator program.
Baca juga: Zulhas Dorong Sinergi MBG dan Koperasi Merah Putih, HMI: Penguatan SDM Jangan Diabaikan
Polisi mengamankan sejumlah sampel untuk mengungkap penyebab dugaan keracunan. Sampel tersebut antara lain sayur, tempe kecap, buah semangka, minyak sisa penggorengan, serta makanan MBG yang belum didistribusikan.
Seluruh sampel kemudian dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Papua untuk menjalani pemeriksaan.
Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Markus Axel Panggabean, mengatakan sebanyak 30 saksi telah diperiksa.
Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami kronologi kejadian hingga mekanisme pengolahan dan distribusi makanan.
Ditemukan Bakteri E. coli
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan adanya temuan bakteri Escherichia coli (E. coli) dalam sampel makanan yang diperiksa.
Baca juga: BGN Temukan 414 SPPG Bermasalah di Program MBG, Rp311,2 Miliar Dikembalikan ke Kas Negara
Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono menyebut pola kesalahan dalam kasus Jayapura memiliki kemiripan dengan kejadian serupa di Semarang.
Menurutnya, makanan dimasak terlalu dini sehingga berpotensi mengalami kerusakan sebelum dibagikan kepada penerima manfaat.
Bupati Jayapura Minta Kualitas Diutamakan
Bupati Jayapura Yunus Wonda meminta pengelola dapur MBG tidak mengabaikan aspek kebersihan dan kualitas makanan demi mengejar keuntungan.
"Jangan hanya mengejar uang lalu mengesampingkan kesehatan anak-anak. Makanan yang diberikan harus benar-benar steril, bersih, dan sehat," tegas Yunus.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait kini menunggu hasil pemeriksaan sampel untuk memastikan penyebab dugaan keracunan sekaligus menentukan langkah penanganan selanjutnya.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat