Surabaya,JatimUPdate.id - Kemeriahan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tetap terasa di berbagai kampung di Surabaya. Di tengah kondisi ekonomi dan situasi kebangsaan yang dinilai penuh tantangan, warga tetap menggelar beragam kegiatan untuk menyambut 17 Agustus.
Pimpinan DPRD Surabaya Arif Fathoni mengatakan antusiasme warga dalam merayakan kemerdekaan tidak banyak berubah dari tahun ke tahun. Lomba dan kegiatan kreatif menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul sekaligus mempererat kebersamaan.
Baca juga: DPRD Surabaya Minta Pemkot dan BPS Sinkronkan Data Desil Kemiskinan
“Antusiasme masyarakat dalam merayakan hari jadi proklamasi kemerdekaan tidak berubah dari tahun ke tahun. Denyut nadi kehidupan dan kebahagiaan masyarakat tertuang dalam setiap Sabtu dan Minggu melalui lomba-lomba di masing-masing RT dan RW,” kata Fathoni, Rabu (12/8).
Menurutnya, berbagai persoalan kebangsaan tidak serta-merta menyurutkan semangat warga.
Surabaya, yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan, masih menunjukkan kegairahan menyambut peringatan Proklamasi.
“Jadi, meskipun sebagian pengamat menganggap kondisi kebangsaan hari ini susah, itu tidak mengurangi antusiasme masyarakat Surabaya dalam memperingati hari Proklamasi Kemerdekaan yang ke-81 tahun,” ujarnya.
Di balik kemeriahan perayaan kemerdekaan, Fathoni mengingatkan tantangan yang dihadapi Indonesia tidak semakin ringan.
Baca juga: APJAPI Jawa Timur Dikukuhkan, Dorong Jasa Penagihan Beretika dan Profesional
Ketidakpastian geopolitik global, kata dia, perlu diantisipasi dengan memperkuat persatuan dan kesatuan.
“Persatuan dan kesatuan harus terus menjadi pilar relasi antarwarga negara di Indonesia sehingga Indonesia bisa melalui masa-masa sulit di masa yang akan datang,” tegasnya.
Fathoni menekankan, perayaan 17 Agustus tidak berhenti pada perlombaan dan kemeriahan.
Sebab dari sudut pandangnya peringatan kemerdekaan juga menjadi kesempatan untuk mengingat kembali pengorbanan para pendiri bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan dengan harta dan nyawa.
Baca juga: Golkar Jatim Gelar Turnamen Mini Soccer U-17 di 11 Zona
“Tugas kita sebagai generasi penerus adalah menjaga persatuan dan kesatuan sehingga negara ini tetap tegak berdiri dalam menghadapi tantangan kebangsaan di masa-masa yang akan datang,” katanya.
Ia mengatakan makna kemerdekaan juga tercermin dari kemampuan masyarakat merawat keberagaman sebagai bagian penting dari persatuan bangsa.
“Perjuangan kemerdekaan di masa lalu susahnya luar biasa. Tugas kita sebagai generasi penerus adalah bagaimana merawat keberagaman sebagai pilar utama persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” beber Arif Fathoni. (*)
Editor : Miftahul Rachman