Jakarta, JatimUPdate.id - Pemerintah memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tidak akan naik di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia.
Baca juga: Pemerintah Tanggung Utang Kopdes Merah Putih Rp240 Triliun, Dicicil 6 Tahun
Kepastian itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia setelah bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta.
Bahlil mengatakan keputusan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah, kata dia, telah berkomitmen menjaga harga BBM subsidi agar tetap terjangkau masyarakat.
"Saya sama Pak Menteri bersepakat bahwa harga ICP dunia yang tidak menentu sampai dengan sekarang. Kami berdua punya komitmen atas dasar perintah Pak Presiden bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik. Ini yang paling penting," ujar Bahlil di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Harga BBM Nonsubsidi Bisa Disesuaikan
Meski harga BBM subsidi dipastikan tidak naik, pemerintah membuka kemungkinan penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti perkembangan harga minyak dunia.
Baca juga: Bahlil Lahadalia Luncurkan 10 Buku di Usia 50 Tahun, Ungkap Kisah Hilirisasi hingga Investasi
Bahlil menjelaskan, penyesuaian dapat dilakukan dua arah. Jika harga minyak dunia turun, harga BBM nonsubsidi juga berpeluang ikut turun. Sebaliknya, jika harga minyak kembali meningkat, harga BBM nonsubsidi dapat disesuaikan.
"Ketika harga dunia itu turun, maka harga yang nonsubsidi pun bisa melakukan penyesuaian dengan harga dunia. Kalau turun ya turun, kalau naik ya terkoreksi juga untuk dinaikkan," jelasnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario untuk menghadapi pergerakan harga minyak mentah dunia yang masih fluktuatif.
Menurut Purbaya, harga minyak acuan Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) saat ini bergerak dinamis. Pemerintah pun menyiapkan skenario anggaran berdasarkan berbagai kemungkinan pergerakan harga minyak.
"ICP kan naik turun, kita nggak tahu itu angka yang mana. Kemarin turun ke 80, sekarang naik lagi di atas 80. Jadi kita lihat sepanjang tahun seperti apa," kata Purbaya.
Ia menegaskan pemerintah telah menghitung kebutuhan anggaran untuk menjaga stabilitas harga BBM, termasuk jika harga minyak dunia berada di level tinggi.
"Yang jelas kita sudah siapkan kalau 100 seperti apa, di atas 80 seperti apa. Jadi anggaran kita, kita pastikan aman," tegasnya.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat