Siapkan Wilayah Anda, Lomba Kampung Pancasila Siap Digelar September 2026

Reporter : Yuris. T. Hidayat

JatimUPdate.id - Pemerintah Kota Surabaya akan menggelar Lomba Kampung Pancasila mulai September hingga Desember 2026 dengan melibatkan seluruh RW di 153 kelurahan. Lomba ini bertujuan untuk memperkuat gotong royong, kebersihan lingkungan, dan kemandirian warga melalui empat pilar penilaian, yaitu lingkungan, kemasyarakatan, ekonomi, serta sosial budaya. 

Irvan Widyanto selaku Ketua Satgas Kampung Pancasila sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya mengimbau setiap RW untuk wajib mendaftarkan wilayahnya bersama seluruh RT yang berada di dalamnya.

Baca juga: Reses, Cahyo Sosialisasi Kampung Pancasila: Itu Konsep yang Baik

Dalam pelaksanaannya, peserta akan melewati tahap seleksi administrasi sebelum masuk ke tahap verifikasi lapangan. Pendaftaran dilakukan secara daring menggunakan formulir yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Dari empat pilar yang menjadi dasar penilaian, aspek lingkungan dan ekonomi akan memperoleh bobot penilaian terbesar. 

Fokus tersebut bertujuan untuk mendorong warga agar semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mampu membangun kemandirian ekonomi di kampungnya. Dengan demikian, lomba ini tidak hanya menilai tampilan sebuah kampung, tetapi juga melihat bagaimana masyarakat menjalankan kehidupan bersama dan mengembangkan wilayahnya.

Sebagai siswa SMA Taruna Nusantara, saya melihat Lomba Kampung Pancasila sebagai program yang cukup bagus karena kegiatan ini mengajak masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila tidak hanya perlu dihafalkan atau dipelajari di sekolah, tetapi juga dapat diterapkan melalui kegiatan nyata seperti gotong royong, menjaga kebersihan, membantu sesama, dan membangun lingkungan yang lebih mandiri.

Penekanan pada aspek lingkungan juga merupakan hal yang penting. Kebersihan kampung seharusnya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh warga. Jika masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, suasana tempat tinggal akan menjadi lebih nyaman. Kebiasaan tersebut juga dapat dimulai dari hal sederhana, seperti membuang dan memilah sampah dengan benar serta mengikuti kegiatan kebersihan di lingkungan sekitar.

Baca juga: Pj Bupati Bondowoso Kukuhkan Kampung Pancasila

Selain lingkungan, aspek ekonomi juga mendapatkan bobot penilaian terbesar. Hal oni dapat mendorong masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada bantuan dari pemerintah, tetapi juga berusaha membangun kemandirian ekonomi di wilayahnya.

Pengembangan UMKM, misalnya, dapat menjadi salah satu cara untuk membantu warga mendapatkan penghasilan sekaligus meningkatkan potensi ekonomi kampung.
Keterlibatan seluruh RW dan RT dalam lomba ini juga dapat memperkuat hubungan antarwarga. Setiap wilayah perlu bekerja sama untuk mempersiapkan kampungnya, sehingga kegiatan tersebut dapat menumbuhkan rasa gotong royong. Menurut saya, bagian ini merupakan salah satu hal yang paling penting karena keberhasilan sebuah kampung tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh kerja sama masyarakatnya.

Sistem pendaftaran yang dilakukan secara daring juga menunjukkan bahwa pelaksanaan lomba sudah disiapkan secara terstruktur. Setiap RW diwajibkan mendaftarkan wilayahnya bersama seluruh RT yang berada di dalamnya. Setelah pendaftaran, peserta akan melalui seleksi administrasi sebelum melanjutkan ke tahap verifikasi lapangan. Dengan adanya tahapan tersebut, penilaian diharapkan dapat dilakukan secara lebih teratur dan sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.

Namun, kegiatan seperti ini jangan sampai hanya dilakukan karena masyarakat ingin memenangkan perlombaan. Kebersihan, gotong royong, kepedulian terhadap sesama, dan kemandirian ekonomi seharusnya tetap dijalankan setelah lomba selesai. Jika kebiasaan tersebut hanya dilakukan ketika ada penilaian, manfaatnya tidak akan bertahan dalam jangka panjang.

Jadi, Lomba Kampung Pancasila merupakan program yang positif bagi Kota Surabaya karena menggabungkan berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari lingkungan, kemasyarakatan, ekonomi, hingga sosial budaya. Dengan melibatkan seluruh RW dan RT, kegiatan ini dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk bekerja sama sekaligus menerapkan nilai-nilai Pancasila secara nyata. Saya berharap semangat gotong royong dan kebiasaan baik yang muncul dari lomba ini dapat terus dipertahankan, sehingga kampung-kampung di Surabaya tidak hanya menjadi lebih baik selama perlombaan, tetapi juga tetap bersih, aman, kompak, dan mandiri setelah perlombaan berakhir.

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru