Surabaya,JatimUPdate.id - Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila Kecamatan Tambaksari menggelar Ngopi Bareng bersama jajaran Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Surabaya di Sekretariat PAC Tambaksari, pada Sabtu (5/9) malam. Pertemuan itu merupakan forum konsolidasi dan penguatan kader di tingkat basis.
Pengurus MPC, PAC, ranting, anak ranting, kader, dan simpatisan Pemuda Pancasila se-Kecamatan Tambaksari hadir dalam kegiatan tersebut.
Baca juga: Jangan Biarkan Data Memiskinkan Warga Surabaya
Forum itu sekaligus menjadi ajang perkenalan Rudik Setiawan sebagai Ketua Organisasi dan Kaderisasi MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya.
Rudik mengatakan Ngopi Bareng salah satu program yang diprioritaskan dalam bidang organisasi dan kaderisasi. Menurut dia, forum informal itu dapat memperkuat komunikasi antara pengurus dan kader sekaligus menjaga soliditas organisasi hingga tingkat ranting dan anak ranting.
“Di tengah maraknya berbagai isu yang membuat masyarakat resah, bahkan seolah-olah menggiring opini akan terjadi kerusuhan di Kota Pahlawan, kader Pemuda Pancasila harus hadir sebagai penyejuk. Kami siap berada di garda terdepan untuk bersama pemerintah menjaga Surabaya tetap aman, damai, dan kondusif,” kata Rudik.
Ia mengatakan komitmen organisasi untuk mengabdi kepada masyarakat tidak bergantung pada bantuan pemerintah.
Rudik menyebut kegiatan Pemuda Pancasila selama ini dijalankan secara mandiri dengan dukungan para kader dan simpatisan.
Baca juga: Soroti Kekacauan Data Desil di Surabaya, Imam: Hampir 900 Ribu Warga Masuk Desil 1-5
“Pemuda Pancasila tidak pernah menerima anggaran hibah dalam menjalankan roda organisasi. Seluruh kegiatan kami dibiayai dari sumbangan kader, simpatisan, koperasi, usaha jasa pengamanan, serta dukungan para pengusaha yang merupakan bagian dari keluarga besar Pemuda Pancasila. Karena itu, pengabdian kami benar-benar lahir dari semangat kebersamaan,” ujarnya.
Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Tambaksari, Sueb Rizal, mengatakan Ngopi Bareng digelar untuk mempertemukan jajaran ranting dan kader dalam satu forum konsolidasi.
Pertemuan rutin, kata dia, diperlukan agar organisasi tetap kompak dan mampu merespons persoalan di tengah masyarakat.
Baca juga: Dinsos Surabaya Ungkap Masalah Penetapan Desil dalam Data Sosial
“Tambaksari merupakan salah satu wilayah dengan jumlah kader yang besar. Karena itu, konsolidasi harus terus dilakukan agar seluruh ranting memiliki visi yang sama, menjaga disiplin organisasi, meningkatkan kepedulian sosial, dan siap membantu masyarakat kapan pun dibutuhkan,” kata Rizal.
Menurut Rizal, pertemuan rutin antara MPC, PAC, hingga kader di tingkat basis juga dapat mempererat hubungan antarjajaran.
Dengan komunikasi yang terjaga, ia berharap program organisasi berjalan lebih efektif dan memberi manfaat bagi masyarakat Surabaya. (*)
Editor : Miftahul Rachman